Relawan Harus Profesional Tangani Korban

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Gedung FDK, UINJKT Online – Anggota Dewan Zakat Asia Tenggara, Epri Abdurrahman Rafi’ SEI, mengatakan, dalam menangani korban bencana alam seorang relawan harus bertindak profesional, terampil, dan bertanggung jawab.


“Di samping itu, relawan juga harus optimal dan saling bersinergi dalam membantu korban,” jelas mantan General Manager Portalinfaq dalam seminar manajemen zakat bertema Profesional Lembaga Zakat dalam Peduli Tanggap Bencana yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi, di ruang teater, Selasa (5/5).

Tahapan penanggulangan bencana, lanjut Epri, yaitu kesiapsiagaan, rekonstruksi, dan kegiatan pencegahan bersama.

Sementara itu, Disaster Program Dompet Dhuafa Republika, Iman Surahman, mengatakan, sebelum terjun ke lapangan, sebaiknya relawan mengetahui kebutuhan korban. Sehingga di lapangan relawan dengan mudah dapat membantu korban bencana. “Di sinilah kita kenal dengan analisa kebutuhan bantuan. Agar yang diinginkan korban dapat langsung terbantu,” kata Iman.

Menurut Iman, dalam penanganan bencana seharusnya relawan dapat memberi bantuan yang bersifat jangka panjang. Sebab, umumnya di lapangan justru banyak bantuan bersifat instan seperti sembako. ()

Relawan Harus Profesional Tangani Korban

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Gedung FDK, UINJKT Online – Anggota Dewan Zakat Asia Tenggara, Epri Abdurrahman Rafi’ SEI, mengatakan, dalam menangani korban bencana alam seorang relawan harus bertindak profesional, terampil, dan bertanggung jawab.


“Di samping itu, relawan juga harus optimal dan saling bersinergi dalam membantu korban,” jelas mantan General Manager Portalinfaq dalam seminar manajemen zakat bertema Profesional Lembaga Zakat dalam Peduli Tanggap Bencana yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi, di ruang teater, Selasa (5/5).

Tahapan penanggulangan bencana, lanjut Epri, yaitu kesiapsiagaan, rekonstruksi, dan kegiatan pencegahan bersama.

Sementara itu, Disaster Program Dompet Dhuafa Republika, Iman Surahman, mengatakan, sebelum terjun ke lapangan, sebaiknya relawan mengetahui kebutuhan korban. Sehingga di lapangan relawan dengan mudah dapat membantu korban bencana. “Di sinilah kita kenal dengan analisa kebutuhan bantuan. Agar yang diinginkan korban dapat langsung terbantu,” kata Iman.

Menurut Iman, dalam penanganan bencana seharusnya relawan dapat memberi bantuan yang bersifat jangka panjang. Sebab, umumnya di lapangan justru banyak bantuan bersifat instan seperti sembako. ()