Rektorat Akan Perketat Pengawasan Propesa 2008

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Luthfi Destianto Solihin

Rektorat, UINJKT Online – Pelaksanaan Program Pengenalan Studi dan Almamater (PROPESA) UIN Jakarta yang rencananya digelar 29-30 Agustus 2008 akan diawasi secara ketat. Pengawasan diprioritaskan dalam penggunaan anggaran dan rundown acara yang dibuat secara keseluruhan.

“Laporan penggunaan anggaran harus sudah disampaikan sebulan setelah penyelenggaraan propesa. Hal ini terkait adanya pengawasan yang ketat oleh KPK dan BPK, terutama setelah kita (UIN Jakarta) resmi menjadi Badan Layanan Umum (BLU),” ujar Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Ahmad Thib Raya saat memimpin Rapat Koordinasi Propesa di Ruang Sidang Madya, Rektorat Lt.2, Selasa (19/2).

Hadir dalam kesempatan tersebut Purek IV Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bachtiar, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (AAK) Drs Abd Shomad, para kepala bagian, para pembantu dekan bidang kemahasiswaan, dan pejabat UIN Jakarta lainnya.

Thib Raya menyayangkan kejadian seperti tahun sebelumnya, dimana LPJ baru diserahkan pengurus BEM berbulan-bulan setelah acara dan Ia harus berkeliling jemput bola meminta pengurus BEM untuk segera membuat laporan. “Mahasiswa harus diajarkan agar tertib dalam administrasi keuangan” tegasnya.

Dalam kaitannya dengan rundown acara, rapat memutuskan pelaksanaan dan pengawasan Propesa tahun ini akan difokuskan kepada fakultas dan jurusan. Sementara Inagurasi akan akan dilaksanakan di tingkat universitas pada tanggal 31 Agustus 2008. Seluruh kegiatan Propesa diharuskan selesai pukul 17.00 dan tidak dibolehkan ada kegiatan apapun di malam hari. Kegiatan di tingkat universitas tidak lagi berlangsung di Auditorium Utama.

“Kita sama-sama berharap agar Propesa tahun ini berlangsung tertib dan lancar dan tidak terjadi keributan. Kita semua harus berupaya untuk menghasilkan Propesa yang bermutu dan menghasilkan mahasiswa baru yang memiliki integritas, intelektual, dan moralitas yang baik . Semoga,” harap Guru Besar UIN Jakarta ini. (Nif/Ed)

Rektorat Akan Perketat Pengawasan Propesa 2008

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Luthfi Destianto Solihin

Rektorat, UINJKT Online – Pelaksanaan Program Pengenalan Studi dan Almamater (PROPESA) UIN Jakarta yang rencananya digelar 29-30 Agustus 2008 akan diawasi secara ketat. Pengawasan diprioritaskan dalam penggunaan anggaran dan rundown acara yang dibuat secara keseluruhan.

“Laporan penggunaan anggaran harus sudah disampaikan sebulan setelah penyelenggaraan propesa. Hal ini terkait adanya pengawasan yang ketat oleh KPK dan BPK, terutama setelah kita (UIN Jakarta) resmi menjadi Badan Layanan Umum (BLU),” ujar Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Ahmad Thib Raya saat memimpin Rapat Koordinasi Propesa di Ruang Sidang Madya, Rektorat Lt.2, Selasa (19/2).

Hadir dalam kesempatan tersebut Purek IV Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bachtiar, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (AAK) Drs Abd Shomad, para kepala bagian, para pembantu dekan bidang kemahasiswaan, dan pejabat UIN Jakarta lainnya.

Thib Raya menyayangkan kejadian seperti tahun sebelumnya, dimana LPJ baru diserahkan pengurus BEM berbulan-bulan setelah acara dan Ia harus berkeliling jemput bola meminta pengurus BEM untuk segera membuat laporan. “Mahasiswa harus diajarkan agar tertib dalam administrasi keuangan” tegasnya.

Dalam kaitannya dengan rundown acara, rapat memutuskan pelaksanaan dan pengawasan Propesa tahun ini akan difokuskan kepada fakultas dan jurusan. Sementara Inagurasi akan akan dilaksanakan di tingkat universitas pada tanggal 31 Agustus 2008. Seluruh kegiatan Propesa diharuskan selesai pukul 17.00 dan tidak dibolehkan ada kegiatan apapun di malam hari. Kegiatan di tingkat universitas tidak lagi berlangsung di Auditorium Utama.

“Kita sama-sama berharap agar Propesa tahun ini berlangsung tertib dan lancar dan tidak terjadi keributan. Kita semua harus berupaya untuk menghasilkan Propesa yang bermutu dan menghasilkan mahasiswa baru yang memiliki integritas, intelektual, dan moralitas yang baik . Semoga,” harap Guru Besar UIN Jakarta ini. (Nif/Ed)