Rektor: Universitas-Industri Harus Jalin Kerjasama

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq 

Auditorium Utama, UINJKT Online – Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat mengatakan, bangsa Indonesia maju atau tidak dilihat dari berapa banyaknya doktor dan universitas yang berkelas dunia. Sayangnya, bangsa ini lebih banyak diisi oleh partai politik dan musik pop.“Seharusnya bangsa ini penuh dengan industri dan riset, supaya industri bisa menampung mahasiswa-mahasiswa kompeten dari berbagai perguruan tinggi,” kata rektor dalam Sertifikasi Dosen Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) dan seminar Tantangan Pendidikan Indonesia 2010-2020 dihadapan pimpinan PTAI se-Indonesia di Auditorium Utama, Kamis (30/4).

Rektor mencontohkan Jepang dan Thailand memiliki kerjasama yang baik antara perguruan tinggi dan industri. Sedangkan di Indonesia sebaliknya, perguruan tinggi justru sibuk memikirkan politik.

Dia menilai UIN Jakarta bisa menjadi world class university karena menggunakan bahasa internasional, demokratis dan sangat multikultur. Tapi kemudian ia mempertanyakan, “Apakah Depdiknas dan Depag memiliki agenda tersebut,” ujarnya.
Menurut rektor, kasus Jepang misalnya, meski negara tersebut memiliki teknologi canggih namun karena tidak memakai bahasa internasional, Jepang mengalami kesulitan berkomunikasi dengan negara lain. 

“Lain halnya dengan Iran. Meski negara kecil, Iran mampu menjalin komunikasi internasional karena menggunakan bahasa internasional dalam berbagai program sainsnya,” jelasnya.
Sementara itu untuk mendukung UIN Jakarta menjadi world class university, Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti) Prof Dr Mukhlas Syamani mengatakan sejak 2008 telah memberikan beasiswa untuk S2 dan S3 sejumlah 1.104 orang, dan 700 orang pada 2009.*

Rektor: Universitas-Industri Harus Jalin Kerjasama

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq 

Auditorium Utama, UINJKT Online – Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat mengatakan, bangsa Indonesia maju atau tidak dilihat dari berapa banyaknya doktor dan universitas yang berkelas dunia. Sayangnya, bangsa ini lebih banyak diisi oleh partai politik dan musik pop.“Seharusnya bangsa ini penuh dengan industri dan riset, supaya industri bisa menampung mahasiswa-mahasiswa kompeten dari berbagai perguruan tinggi,” kata rektor dalam Sertifikasi Dosen Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) dan seminar Tantangan Pendidikan Indonesia 2010-2020 dihadapan pimpinan PTAI se-Indonesia di Auditorium Utama, Kamis (30/4).

Rektor mencontohkan Jepang dan Thailand memiliki kerjasama yang baik antara perguruan tinggi dan industri. Sedangkan di Indonesia sebaliknya, perguruan tinggi justru sibuk memikirkan politik.

Dia menilai UIN Jakarta bisa menjadi world class university karena menggunakan bahasa internasional, demokratis dan sangat multikultur. Tapi kemudian ia mempertanyakan, “Apakah Depdiknas dan Depag memiliki agenda tersebut,” ujarnya.
Menurut rektor, kasus Jepang misalnya, meski negara tersebut memiliki teknologi canggih namun karena tidak memakai bahasa internasional, Jepang mengalami kesulitan berkomunikasi dengan negara lain. 

“Lain halnya dengan Iran. Meski negara kecil, Iran mampu menjalin komunikasi internasional karena menggunakan bahasa internasional dalam berbagai program sainsnya,” jelasnya.
Sementara itu untuk mendukung UIN Jakarta menjadi world class university, Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti) Prof Dr Mukhlas Syamani mengatakan sejak 2008 telah memberikan beasiswa untuk S2 dan S3 sejumlah 1.104 orang, dan 700 orang pada 2009.*