Kampus UIN, BERITA UIN Online – Rektor Dede Rosyada mengatakan, UIN Jakarta telah lama mengajarkan nilai-nilai berdemokrasi dan toleransi kepada para mahasiswanya. Hal itu terlihat dari kuatnya kohesifitas antarelemen kampus meski berbeda budaya, suku, bangsa, dan bahkan agama.

“Kampus UIN Jakarta ibarat miniatur Indonesia dimana semua perbedaan ada di sini,” katanya saat wawancara dengan BERITA UIN Online seusai memantau pelaksanaan Ujian Mandiri (UM) di SMPN 3 Tangerang Selatan dan SMK/SMA Tri Guna Utama yang digelar pada Sabtu (2/6/2018).

Rektor juga menegaskan, UIN Jakarta merupakan perguruan tinggi berstatus negeri. Karena itu perbedaan antarsuku, budaya, golongan, dan ras, termasuk agama, sangat dihargai karena merupakan bagian dari wajah Indonesia.

Selain itu, menurut Rektor, kampus UIN Jakarta juga sangat multikultural karena mahasiswanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk mahasiswa asing dari mancanegara. Bahkan di kampus UIN Jakarta kini sudah ada beberapa mahasiswa non muslim. Mereka mau belajar tentang Islam.

“Jadi, kampus UIN Jakarta sangat mengajarkan nilai-nilai toleransi dan sikap saling menghargai terhadap perbedaan. Insya Allah mereka (mahasiswa, Red) akan menjadi anak-anak yang baik di kemudian hari,” katanya.

Ia berharap para calon mahasiswa baru yang saat ini sedang diseleksi, setelah menjadi bagian dari keluarga besar UIN Jakarta, kelak juga dapat menjadi mahasiswa yang sangat menghargai perbedaan tersebut.

“Penanaman nilai-nilai berdemokrasi dan toleransi sudah lama diajarkan. Bahkan nilai-nilai tersebut telah ditawarkan dan diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan di UIN Jakarta,” ujarnya. (ns)