Rektor UIN Jakarta Menyampaikan Kultum dalam Acara Buka Puasa Bersama Presiden dan Wartawan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Prof DedeIstana Negara, Berita UIN Online– Presiden Joko Widodo menggelar acara buka puasa bersama Menteri, Cendekiawan dan wartawan kepresidenan di Istana Negara, Senin, (6/7/15). Dalam acara ini, Jokowi didampingi beberapa menteri, di antaranya Andi Widjajanto (Sekretaris Kabinet), Pratikno (Menteri Sekretaris Negara), Edhy Purdijatno Tedjo (Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan) serta Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika).

Sepanjang Ramadhan ini, Presiden telah melakukan beberapa kali acara buka bersama. Pada awal puasa, Presiden melakukan buka puasa bersama anak yatim. Lalu pada tanggal 22 Juni 2015, Jokowi ngabuburit dan berbuka bersama pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat, sehari berikutnya Presiden berbuka bersama Ketua DPR RI dan kemarin lusa Presiden buka puasa bersama Ketua DPD RI.

Makna Ibadah

Acara buka puasa diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Qori Muhammad Ali dan diikuti ceramah Ramadhan yang disampaikan Rektor Universitas Islam (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA.

Dalam ceramahnya, bertajuk Meningkatkan Ketakwaan Melalui Peningkatan Profesionalisme, Dede mengajak para wartawan dan para undangan untuk berpikir kritis menghadapi persoalan bangsa, serta memberikan masukan dan solusi atas berbagai kekurangan yang ada.

“Berikanlah masukan atas berbagai kekurangan yang ada. Kita harus kritis,” katanya.

Ia menambahkan, puasa adalah ibadah yang diciptakan Allah untuk beribadah kepada-Nya. Berpuasa‎ semata-mata bukan untuk sehat, tetapi tujuan utamanya adalah beribadah untuk menggapai derajat ketaqwaan.

“Puasa adalah ibadah. Di balik ibadah puasa ada hikmah, supaya kalian menjadi orang ‎ bertakwa,” katanya.

Ditambahkannya pula, ada dua model peribadatan, yaitu peribadatan untuk beribadah dan ibadah yang diciptakan Allah.

Menurutnya, peribadatan untuk beribadah adalah shalat, puasa dan zakat‎ sebagai paket ibadah kepada Allah.

Sedangkan ibadah yang diciptakan Allah adalah sebuah ibadah yang besar sekali maknanya, karena beribadah selama 15 jam melalui profesi yang digeluti setiap hari. Profesi dimaksudnya antara lain, wartawan, dosen, pejabat dan pengusaha.

Di akhir sambutannya, Rektor mengajak semua tamu undangan untuk meningkatkan profesionalisme yang disertai sikap dan prilaku yang baik. Hal ini menunjukkan ciri khas bangsa Indonesia yang ramah, sopan dan damai di tengah keberagaman.

“Mari kita tingkatkan profesionalisme dengan meningkatkan attitude, membina hubungan yang baik antarsesama. Sebab, masyarakat Indonesia beragam,” tandasnya. (Luthfy R. Fikri)