Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA, foto bersama peserta KKN Kebangsaan 2017.

Gedung Rektorat, BERITA UIN Online– Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada melepas 14 mahasiswa UIN Jakarta peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan 2017 di ruang kerjanya, Selasa (18/07).

Dari jumlah mahasiswa tersebut, lima orang mahasiswa akan ditempatkan di Provinsi Gorontalo, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sebagai tuan rumahnya, sedangkan sembilan orang lainnya akan melaksanakan KKN Kebangsaan di Provinsi Bangka Belitung, dan Universitas Bangka Belitung (UBB) yang tahun ini akan menjadi tuan rumah kegiatan yang diikuti beberapa universitas lainnya di Indonesia tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 40 hari itu, akan dimulai tanggal 19 Juli-23 Agustus bagi peserta KKN di Gorontalo, dan tanggal 26 Juli-30 Agustus 2017 untuk peserta KKN Kebangsaan di provinsi Bangka Belitung.

Dalam pelepasan tersebut, rektor berpesan kepada para peserta untuk tidak bersikap inferior dan tetap menjaga nama baik almamater UIN Jakarta.

“UIN Jakarta telah menjadi universitas terdepan di kancah nasional dan dikenal di kancah internasional. Oleh karenanya, berikan yang terbaik kepada masyarakat setempat dan selalu belajar untuk bersosialisasi yang baik dan benar,” ujar rektor.

Masih menurut Dede, sebelum terjun, peserta harus membekali diri dengan pengetahuan wilayah tempat KKN dan potensi yang sesuai dengan karakter keilmuan yang diajarkan di UIN Jakarta.

“Berikan masukan melalui pendekatan agama, sosial dan budaya. Sampaikan ilmu yang kalian miliki tentang segala hal yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar dimana nanti kalian di tempatkan,” imbuh Dede.

Di tempat sama, hadir mendampingi peserta KKN Kebangsaan, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Prof Dr M Arskal Salim GP MA dan Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Djaka Badranaya ME.

“Jaga citra UIN Jakarta dengan smart thinking supaya orang lain juga respect kepada kalian,” pungkas Dede.

Diketahui, kegiatan yang bertema “Mewujudkan Kemajuan dan Kesejahteraan Warga Desa Dengan Semangat 3M (Melayani, Memberdayakan, dan Menginspirasi)” tersebut, bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta membina masyarakat menjadi lebih produktif, berdaya saing, dan mampu memberdayakan lingkungan sekitar. (lrf)

 

Share This