Rektor UIN Jakarta Kunjungi Sejumlah Universitas di Taiwan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
15152944_10154136250400975_267892224_o

Para Delegasi Indonesia yang ketuai Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA saat mengunjungi National Chiao Tung University, Taiwan, Selasa (22/11/2016)

Taipei, Taiwan, Berita UIN Online– Pemerintah Taiwan melalui Taipei Economic and Trade Office (TETO), kantor perwakilan Taiwan yang beralamat di Gedung Artha Graha Jl Jenderal Sudirman Jakarta Pusat mengundang Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA beserta empat rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) lainnya untuk mengunjungi sejumlah universitas dan asosiasi di Taiwan, Ahad-Jumat (20-25/11/2016).

Selain Dede Rosyada, turut serta Rektor Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ) Prof Syaiful Bakhri, Rektor Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) Prof Fauzan, Rektor Universitas Muhamadiyah Yogjakarta (UMY) Prof Gunawan Budiyanto, dan Rektor Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung Prof Suhendra Yusuf.

Para delegasi yang didatangkan atas inisiatif Pemerintah Taiwan selama empat hari itu diagendakan untuk mengunjungi Kementerian Luar Negeri Taiwan, Kementerian Pendidikan Taiwan, Taiwan Moslem Association dan lima universitas di Taiwan yang masuk ke dalam 200 kampus terbaik dunia.

WhatsApp Image 2016-11-23 at 06.40.46

Pertemuan dengan Ketua Moslem Association Taiwan, Rabu (23/11/2016)

Universitas tersebut yaitu National Taiwan University of Science and Technology, National Chiao Tung University, National Pingtung University of Science and Technology, National Dong Hwa University, dan Tzu Chi University.

Kunjungan dimaksudkan untuk penjajakan kerja sama dalam bidang pendidikan dan kebudayaan antara pemuda Indonesia dan Taiwan serta diharapkan dapat menonjolkan nilai-nilai spiritual Islam di Taiwan.

“Kebijakan baru ke Arah Selatan yang dijalankan Republic of China (ROC) Taiwan mendorong pertukaran kerja sama yang lebih luas antara Indonesia-Taiwan serta hubungan yang harmonis dengan umat Islam,” ujar Arisman dosen UIN Jakarta yang ikut ke Taiwan sebagai Official Tim Indonesia melalui pesan singkatnya dari Taipei kepada Berita UIN Online, Rabu (23/11/2016).

Pemerintah Taiwan di bawah presiden baru, Tsai Ing-Wen, lanjutnya, sangat concern untuk membuka kerja sama dengan negara-negara di Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

“Untuk mengenal Indonesia tentunya harus juga memahami masyarakat muslim Indonesia melalui kerja sama pendidikan dan kebudayaan,” imbuh Arisman.

Arisman melaporkan, secara garis besar, dihasilkan kesepakatan rencana kerja sama antara Universitas Islam yang ada di Indonesia dengan beberapa universitas di Taiwan, seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, Joint Research, Joint Conference, Joint Degree, dan peluang beasiswa S2 dan S3.

WhatsApp Image 2016-11-23 at 06.38.52

Pemberian cinderamata oleh Dirjen Kemlu Taiwan kepada Ketua Delegasi Indonesia Prof Dr Dede Rosyada MA, Rabu (23/11/2016)

Sementara itu, Dede Rosyada yang didapuk sebagai Ketua Delegasi Indonesia mengatakan bahwa jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Taiwan sekitar 3.000 orang untuk Program Master dan PhD.

“Semua universitas di Taiwan memberikan peluang besar kepada mahasiswa Indonesia untuk mendapatkan beasiswa dengan langsung mengisi aplikasi online,” pungkas Dede. (mf)