Rektor: UIN Jakarta Kampus Moderat

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Elly Afriani

Ruang Sidang Utama, UIN Online -  UIN Jakarta dikenal sebagai kampus moderat yang mewadahi berbagai spektrum pemikiran. Kesan itu terbangun karena komposisi antara pengajar berlatarbelakang pendidikan Barat, Timur Tengah, dan dalam negeri seimbang.

Hal itu diungkapkan Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat saat menerima tamu dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Ruang Sidang Utama (RSU), Kamis (24/5). Rombongan tamu Unnes terdiri dari enam orang dan dipimpin oleh Rektor Prof Dr Sudijono Sastroatmodjo.

Rektor menjelaskan, banyak keuntungan yang dimiliki UIN Jakarta, sehingga berdampak pada kemajuan-kemajuan. Di antara keuntungan itu adalah kendati secara geografis berada di wilayah Ciputat, Tangerang, Banten, namun dari segi pengawasan UIN Jakarta berada di bawah DKI Jakarta.

“Ini menjadikan mahasiswa UIN Jakarta yang berasal dari daerah tidak mengalami culture shock. Karena dekat dengan ibu kota, mahasiswa bisa merasakan hiruk pikuk akademis, seperti banyaknya seminar, diskusi, maupun aksi-aksi mahasiswa,” kata Guru Besar Filsafat pada Fakultas Ushuluddin itu.

Sementara itu, Rektor Unnes Sudijono mengungkapkan, salah satu alasannya membawa rombongan mengunjungi UIN Jakarta, karena kampus ini dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat. “Kami kagum, UIN Jakarta mempunyai hubungan kerjasama dengan berbagai lembaga baik di dalam maupun di luar negeri. Itulah alasan kami mengunjungi UIN Jakarta,” ungkap Sudijono.

Sudijono menambahkan, Unnes ingin mengetahui rahasia dan kiat UIN Jakarta mengembangkan institusinya. Di samping itu, Unnes juga ingin menjalin kerjasama agar dosen-dosen UIN Jakarta yang berkompeten dalam bahasa Arab untuk mengajar di Unnes.

Menanggapi hal itu, Rektor UIN Jakarta dengan senang hati akan menyambut tawaran kerjasama dari Unnes. “Kami memang memiliki banyak dosen yang kompeten di bidang bahasa Arab. Karena UIN Jakarta memiliki tiga fakultas yang memiliki program studi yang berkaitan bahasa Arab yaitu Pendidikan Bahasa Arab (FITK), Bahasa dan Sastra Arab (FAH), dan Dirasat Islamiyah (FDI).

Pada kesempatan yang sama, Pembantu Rektor Bidang Pengembangan Lembaga Dr Sudarnoto Abdul Hakim menjelaskan, UIN Jakarta banyak diuntungkan karena banyak alumninya yang dikenal secara internasional. Mereka membawa nama UIN Jakarta ke pentas internasional. Hal ini berdampak positif pada pengembangan UIN Jakarta.

Di sisi lain, banyak alumni UIN Jakarta yang menimba ilmu di luar negeri. Mereka yang berprestasi biasanya juga diminta mengajar di universitas luar negeri tersebut. Sehingga, ada peluang untuk UIN Jakarta bisa bekerjasama dengan universitas luar negeri.

Rektor: UIN Jakarta Kampus Moderat

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Elly Afriani

Ruang Sidang Utama, UIN Online -  UIN Jakarta dikenal sebagai kampus moderat yang mewadahi berbagai spektrum pemikiran. Kesan itu terbangun karena komposisi antara pengajar berlatarbelakang pendidikan Barat, Timur Tengah, dan dalam negeri seimbang.

Hal itu diungkapkan Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat saat menerima tamu dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Ruang Sidang Utama (RSU), Kamis (24/5). Rombongan tamu Unnes terdiri dari enam orang dan dipimpin oleh Rektor Prof Dr Sudijono Sastroatmodjo.

Rektor menjelaskan, banyak keuntungan yang dimiliki UIN Jakarta, sehingga berdampak pada kemajuan-kemajuan. Di antara keuntungan itu adalah kendati secara geografis berada di wilayah Ciputat, Tangerang, Banten, namun dari segi pengawasan UIN Jakarta berada di bawah DKI Jakarta.

“Ini menjadikan mahasiswa UIN Jakarta yang berasal dari daerah tidak mengalami culture shock. Karena dekat dengan ibu kota, mahasiswa bisa merasakan hiruk pikuk akademis, seperti banyaknya seminar, diskusi, maupun aksi-aksi mahasiswa,” kata Guru Besar Filsafat pada Fakultas Ushuluddin itu.

Sementara itu, Rektor Unnes Sudijono mengungkapkan, salah satu alasannya membawa rombongan mengunjungi UIN Jakarta, karena kampus ini dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat. “Kami kagum, UIN Jakarta mempunyai hubungan kerjasama dengan berbagai lembaga baik di dalam maupun di luar negeri. Itulah alasan kami mengunjungi UIN Jakarta,” ungkap Sudijono.

Sudijono menambahkan, Unnes ingin mengetahui rahasia dan kiat UIN Jakarta mengembangkan institusinya. Di samping itu, Unnes juga ingin menjalin kerjasama agar dosen-dosen UIN Jakarta yang berkompeten dalam bahasa Arab untuk mengajar di Unnes.

Menanggapi hal itu, Rektor UIN Jakarta dengan senang hati akan menyambut tawaran kerjasama dari Unnes. “Kami memang memiliki banyak dosen yang kompeten di bidang bahasa Arab. Karena UIN Jakarta memiliki tiga fakultas yang memiliki program studi yang berkaitan bahasa Arab yaitu Pendidikan Bahasa Arab (FITK), Bahasa dan Sastra Arab (FAH), dan Dirasat Islamiyah (FDI).

Pada kesempatan yang sama, Pembantu Rektor Bidang Pengembangan Lembaga Dr Sudarnoto Abdul Hakim menjelaskan, UIN Jakarta banyak diuntungkan karena banyak alumninya yang dikenal secara internasional. Mereka membawa nama UIN Jakarta ke pentas internasional. Hal ini berdampak positif pada pengembangan UIN Jakarta.

Di sisi lain, banyak alumni UIN Jakarta yang menimba ilmu di luar negeri. Mereka yang berprestasi biasanya juga diminta mengajar di universitas luar negeri tersebut. Sehingga, ada peluang untuk UIN Jakarta bisa bekerjasama dengan universitas luar negeri.