Rektor: UIN Jakarta Harus Jadi Pencerah Masyarakat

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Masjid Al-Jamiah, BERITA UIN Online - Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat mengatakan sebagai kampus peradaban, UIN Jakarta seyogyanya harus menjadi pencerah di tengah-tengah masyarakat. Sehingga tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain.

“UIN Jakarta ibarat mata air peradaban keilmuan. Diharapkan orang-orang yang ada di dalamnya, dapat menjadi pencerah untuk masyarakat luas,” kata rektor saat berpidato di hadapan sivitas akademika menyambut peringatan milad ke-54 ADIA/IAIN/UIN di Masjid Al-Jamiah, Jumat (20/5). Acara tersebut juga dirangkai dengan tausyiah oleh Ustaz Yusuf Mansyur, santunan 100 anak yatim, dan donor darah.

Rektor menjelaskan, kampus sebagai tempat pendidikan tidak akan mati di makan zaman layaknya seperti sejumlah LSM yang terkadang ‘gulung tikar’ di tengah jalan. Peran kampus sebagai tempat pengajaran, justru akan terus melahirkan generasi-generasi terbaik di masa akan datang.

“Kita juga berterima kasih kepada para pendahulu atau pinisepuh, yang telah berjasa mengembangkan UIN Jakarta sehingga semakin maju,” ujar rektor.

Tak hanya itu arti jihad, lanjut rektor, yang memiliki makna luas tidak hanya terpusat pada arti ‘berperang’ di medan perang. Melawan hawa nafsu dan menjadi yang terbaik untuk orang lain, juga dapat dikatakan berjihad.

Dalam sambutannya rektor juga berpesan kepada anak-anak yatim piatu tetap terus semangat menggapai cita-cita. Bagi rektor, sebutan yatim piatu hanyalah ungkapan sosiologis karena tidak memiliki orang tua.

“Yatim piatu itu adalah mereka yang tidak memiliki cita-cita dan keteguhan iman,” jelas rektor.