Rektor : UIN Jadikan Tangsel Pusat Peradaban

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Mohammad Yamin

Ruang Sidang Utama, UIN Online – Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat mengatakan, UIN Jakarta ingin menjadikan Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai pusat peradaban dan kebudayaan. “Kita ingin Tangsel menjadi pusat pendidikan dan peradaban, karena banyak sekali orang-orang dari berbagai etnis yang tinggal dan bekerja di kota ini, sehingga akan muncul kultur baru,” ujar Komarudin saat menerima coffee morning dengan aparat Kota Tangsel dari tingkat RT, RW, hingga DPRD di Ruang Sidang Utama, Jumat, (25/6).

Senada dengan Rektor, Ketua DPRD Tangerang Selatan Bambang Rachmadi mengatakan,  Tangsel sangat mungkin menjadi kota yang maju, dengan akses yang dekat dengan pusat kota (Jakarta), ditambah dengan banyaknya perguruan tinggi yang berada di wilayah ini, menjadikan Tangsel sebagai salah satu kota yang berkembang dalam bidang pedidikan.

Bambang berharap, UIN Jakarta sebagai pusat pengkajian ilmu hendaknya dapat memberi pengaruh dalam perkembangan kota Tangsel. Namun, disadari bahwa selama ini sejumlah masalah tampak agak menghambat UIN Jakarta, utamanya masalah tanah. “Warga selalu mencaplok tanah milik UIN Jakarta, sehingga UIN Jakarta selalu kesulitan saat akan membangun sarana untuk kegiatan mahasiswa,” katanya.

Selain masalah tanah, Rektor menambahkan, UIN Jakarta juga menghadapi masalah terkait lingkungan. Sebagaimana diketahui, di sebelah kampus terdapat sebuah situ, Situ Kuru, yang tidak terawat. Bahkan, situ yang kini tinggal separuh dari aslinya itu, menjadi tempat sampah raksasa, sehingga membuat lingkungan kampus terlihat kumuh. Karena itu, Rektor berharap pihak terkait di jajaran Tangsel dapat mencarikan solusi atas masalah tersebut [].

Rektor : UIN Jadikan Tangsel Pusat Peradaban

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Mohammad Yamin

Ruang Sidang Utama, UIN Online – Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat mengatakan, UIN Jakarta ingin menjadikan Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai pusat peradaban dan kebudayaan. “Kita ingin Tangsel menjadi pusat pendidikan dan peradaban, karena banyak sekali orang-orang dari berbagai etnis yang tinggal dan bekerja di kota ini, sehingga akan muncul kultur baru,” ujar Komarudin saat menerima coffee morning dengan aparat Kota Tangsel dari tingkat RT, RW, hingga DPRD di Ruang Sidang Utama, Jumat, (25/6).

Senada dengan Rektor, Ketua DPRD Tangerang Selatan Bambang Rachmadi mengatakan,  Tangsel sangat mungkin menjadi kota yang maju, dengan akses yang dekat dengan pusat kota (Jakarta), ditambah dengan banyaknya perguruan tinggi yang berada di wilayah ini, menjadikan Tangsel sebagai salah satu kota yang berkembang dalam bidang pedidikan.

Bambang berharap, UIN Jakarta sebagai pusat pengkajian ilmu hendaknya dapat memberi pengaruh dalam perkembangan kota Tangsel. Namun, disadari bahwa selama ini sejumlah masalah tampak agak menghambat UIN Jakarta, utamanya masalah tanah. “Warga selalu mencaplok tanah milik UIN Jakarta, sehingga UIN Jakarta selalu kesulitan saat akan membangun sarana untuk kegiatan mahasiswa,” katanya.

Selain masalah tanah, Rektor menambahkan, UIN Jakarta juga menghadapi masalah terkait lingkungan. Sebagaimana diketahui, di sebelah kampus terdapat sebuah situ, Situ Kuru, yang tidak terawat. Bahkan, situ yang kini tinggal separuh dari aslinya itu, menjadi tempat sampah raksasa, sehingga membuat lingkungan kampus terlihat kumuh. Karena itu, Rektor berharap pihak terkait di jajaran Tangsel dapat mencarikan solusi atas masalah tersebut [].