Auditorium Utama, BERITA UIN Online— Rektor Prof. Dr. Dede Rosyada MA menyampaikan tagline UIN Jakarta tahun 2018, Transforming to World Class University, saat memberikan sambutan pada pelantikan empat pejabat baru di lingkungan UIN Jakarta, Rabu (17/01/2018). Menurutnya, tagline ini menegaskan ikhtiar UIN Jakarta menjadi perguruan tinggi yang diakui publik dunia.

Menurut rektor, tahun lalu tagline UIN Jakarta adalah Globality, Humanity, Autonomy. Tagline ini mendeskripsikan ikhtiar UIN Jakarta menjadi bagian dari perguruan tinggi yang diakui masyarakat dunia, menjadi perguruan tinggi inklusif yang mengakomodir keinginan masyarakat untuk belajar di UIN Jakarta, sekaligus menjadi perguruan tinggi yang mandiri dalam tata kelola dan pembiayaan.

“Tahun ini, saya sampaikan tagline UIN Jakarta adalah Transforming to World Class University, menegaskan ikhtiar kita menjadi perguruan tinggi yang diakui masyarakat dunia,” katanya.

Rektor menjelaskan, tagline tersebut dimaknai sebagai usaha UIN Jakarta sebagai perguruan tinggi yang diakui dan diterima masyarakat dunia. Mulai dari karya riset dan keilmuan, dosen, mahasiswa dan alumni, maupun kelembagaannya.

“Sejauh yang kami fahami, maknanya adalah diterimanya mahasiswa dan alumni UIN Jakarta untuk berkarya di belahan dunia manapun. Begitu juga para dosen dan karya akademiknya diterima dan dibaca masyarakat dunia,” paparnya.

Ditambahkan rektor, tagline Transforming to World Class University sendiri tidak lahir dengan sendirinya, melainkan muncul dari berbagai pemeringkatan seperti Webometrics, Google Scholar Citations, Times Higher Education (THE), maupun 4 International Colleges & Universities  (4ICU). Berbagai lembaga pemeringkatan  ini menempatkan UIN Jakarta sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di jajaran terdepan.

“Termasuk penghargaan Kementerian Agama RI 2017 yang menempatkan UIN Jakarta sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri terbaik,” tambahnya.

Hanya saja, tegas Rektor, ikhtiar dalam tagline tersebut membutuhkan kesadaran seluruh sivitas akademik untuk terus bekerja memajukan UIN Jakarta. Para dosen misalnya diminta terus meningkatkan publikasi di jurnal akademik terindeks dan mulai memanfaatkan blog dosen UIN Jakarta dalam menyampaikan bahan perkuliahan bagi mahasiswanya.

Selain itu para dosen, terutama para pembimbing tugas akhir, diminta agar mendorong mahasiswanya mengutip referensi karya dosen-peneliti di lingkungan UIN Jakarta sendiri.

“Minimal lima buku atau artikel jurnal yang ditulis dosen UIN Jakarta sendiri. Sebab ini sangat berpengaruh terhadap peringkat sitasi UIN Jakarta,” tambahnya. (farah nh/yuni nk/zm)