Rektor Prihatinkan Pemira

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Mukhlis

Aula Madya, UIN Online Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat menyatakan keprihatinanya atas pelaksanaan Pemilu Raya Mahasiswa (Pemira) yang belum lama ini digelar. Sebab, Pemira cenderung mengedepankan sikap emosial dan kekuatan massa.

Hal itu diungkapkan Rektor saat melantik tiga pembantu dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) di Aula Madya, Senin (10/5). Ketiga pejabat baru yang dilantik itu adalah Dr Mukri Aji sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik, Dr Jaenal Aripin sebagai Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum, dan Dr JM Muslimin sebagai Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan. Upacara pelantikan dihadiri para pembantu rektor, dekan, dan kepala biro.

”Selama sepekan ini saya mengamati pelaksanan Pemira yang sungguh memilukan. Jadi, kita harus merenungkan, apakah kegiatan seperti itu perlu dilanjutkan atau tidak,” ujar Rektor.

Rektor menyatakan mahasiswa tampaknya kurang menyadari akan arti demokrasi sebagai teori dan etika. Padahal, masyarakat mengharapkan UIN Jakarta mampu menampilkan tokoh-tokoh pemikir yang bermoral dan berkarakter sebagai pemimpin masa depan bangsa, bukan meneruskan tradisi-tradisi pemimpin yang emosional apalagi mengandalkan kekuatan massa.

“Pelaksanaan Pemira seperti itu menurut saya tidak terkendali. Semua mengaku presiden tapi tidak ada rakyatnya. Karena itu saya mengharapkan agar pimpinan di tiap fakultas untuk memikirkan ulang,” imbau Rektor.

Menurut dia, perilaku emosial dan kekuatan massa seperti itu hanya diikuti oleh orang-orang yang tidak mengandalkan intelektual atau mereka yang prestasi kurang bagus.  Orang-orang seperti itu biasanya mudah dikendalikan oleh mereka yang punya uang dan konsep, sehingga tak ubahnya sebagai tenaga bayaran.

 

“Saya tak ingin mahasiswa dan alumni UIN Jakarta dilatih hanya untuk orang-orang seperti itu,” tandasnya.

 

Sebagaimana diberitakan, mahasiswa pada 4 dan 6 Mei lalu menggelar Pemira untuk memilih calon anggota DPMU, DPMF, dan DPMJ. Selain itu mereka juga memilih calon presiden dan wakil presiden periode 2010-2011 untuk tingkat BEMU, BEMF, dan BEMJ.

 

 

Rektor Prihatinkan Pemira

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Mukhlis

Aula Madya, UIN Online Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat menyatakan keprihatinanya atas pelaksanaan Pemilu Raya Mahasiswa (Pemira) yang belum lama ini digelar. Sebab, Pemira cenderung mengedepankan sikap emosial dan kekuatan massa.

Hal itu diungkapkan Rektor saat melantik tiga pembantu dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) di Aula Madya, Senin (10/5). Ketiga pejabat baru yang dilantik itu adalah Dr Mukri Aji sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik, Dr Jaenal Aripin sebagai Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum, dan Dr JM Muslimin sebagai Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan. Upacara pelantikan dihadiri para pembantu rektor, dekan, dan kepala biro.

”Selama sepekan ini saya mengamati pelaksanan Pemira yang sungguh memilukan. Jadi, kita harus merenungkan, apakah kegiatan seperti itu perlu dilanjutkan atau tidak,” ujar Rektor.

Rektor menyatakan mahasiswa tampaknya kurang menyadari akan arti demokrasi sebagai teori dan etika. Padahal, masyarakat mengharapkan UIN Jakarta mampu menampilkan tokoh-tokoh pemikir yang bermoral dan berkarakter sebagai pemimpin masa depan bangsa, bukan meneruskan tradisi-tradisi pemimpin yang emosional apalagi mengandalkan kekuatan massa.

“Pelaksanaan Pemira seperti itu menurut saya tidak terkendali. Semua mengaku presiden tapi tidak ada rakyatnya. Karena itu saya mengharapkan agar pimpinan di tiap fakultas untuk memikirkan ulang,” imbau Rektor.

Menurut dia, perilaku emosial dan kekuatan massa seperti itu hanya diikuti oleh orang-orang yang tidak mengandalkan intelektual atau mereka yang prestasi kurang bagus.  Orang-orang seperti itu biasanya mudah dikendalikan oleh mereka yang punya uang dan konsep, sehingga tak ubahnya sebagai tenaga bayaran.

 

“Saya tak ingin mahasiswa dan alumni UIN Jakarta dilatih hanya untuk orang-orang seperti itu,” tandasnya.

 

Sebagaimana diberitakan, mahasiswa pada 4 dan 6 Mei lalu menggelar Pemira untuk memilih calon anggota DPMU, DPMF, dan DPMJ. Selain itu mereka juga memilih calon presiden dan wakil presiden periode 2010-2011 untuk tingkat BEMU, BEMF, dan BEMJ.