Rektor: PNS UIN Jakarta Tulang Punggung Bangsa

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium Prof Dr Harun Nasution, BERITA UIN Online – Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat menghimbau Pegawai Negeri Sipil (PNS) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta turut menjaga masa depan Indonesia. Alasannya, PNS merupakan tulang punggung bagi kemajuan bangsa. Selain itu, PNS juga  pelaksana dan penerus cita-cita luhur bangsa.

“Menjadi PNS itu amanah. Apalagi menjadi  pegawai negeri UIN. Kita ini harus menjadi penyiap anak-anak bangsa di masa mendatang. Kalau kita mampu menyiapkan anak-anak dengan pendidikan yang baik, maka masa depan bangsa ini akan baik,” ujar Rektor dalam sambutannya pada acara “Sumpah Jabatan PNS UIN Jakarta” di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Jum’at, (1/4).

Dijelaskannya, Indonesia merupakan negara yang kaya raya atas sumber daya alam (SDA). Namun, SDA itu kini dikuasai pihak asing karena bangsa Indonesia tidak mampu mengelolanya.  Hal tersebut terjadi lantaran mutu pendidikan kita rendah, sehingga tidak ada produk yang layak kita jual

“Kalau Jepang, Korea dan negara-negara maju bisa menjual temuan-temuannya. Jepang bisa menjual produk otomotifnya, demikian pula Korea. Hampir semua produk elektronik dan otomotif hasil karya mereka. Malaysai juga menuju ke sana. Mereka maju itu karena pendidikan,” tegas Rektor.

Karena itu pula, Rektor mengajak semua civitas UIN Jakarta untuk bekerja keras memajukan dunia pendidikan, sehingga lahir banyak inovasi dan hasil karya yang bisa diberikan kepada bangsa dan diakui dunia.

Langkah tersebut, menurut Rektor, sangat penting agar kekayaan bangsa Indonesia tidak diperjualbelikan oleh oknum-oknum di negeri ini kepada pihak luar. “Kalau bukan kita yang menjaga dan merawatnya, siapa lagi,” tanya Rektor  retoris.

Rektor menambahkan, Indonesia meruapkan rumah besar bagi seluruh bangsa Indonesia. Karena itu, sudah sepatutnya seluruh warga negaranya harus merawat dan mengembangkannya menjadi negara besar. ”Inilah tugas besar kita,” tandasnya.(dina)