Rektor: Perlu Kerja Eksra untuk Wujudkan WCU

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Gedung CSRC, UIN Online – Misi UIN Jakarta menjadi world class university (WCU), membutuhkan usaha ekstra serta ciri khusus. Usaha pensinergian ilmu agama dan umum adalah trik andalan UIN Jakarta. Upaya ini dilakukan agar UIN Jakarta memiliki kekhasan dan tidak kehilangan jati diri sebagai kampus Islam dengan tetap memperhitungkan ilmu umum.

Demikian dikatakan Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat saat diskusi senat di ruang diskusi Center for the Study of Religion and Culture (CSRC), Selasa (8/6).

“Kekhasan yang dimiliki UIN Jakarta itu, dapat menjadi modal tercapainya misi menjadi world class university dalam 20 hingga 25 tahun. Selain itu, sampai saat ini Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar dunia belum punya instansi khusus sebagai icon Islam Indonesia,” kata rektor menambahkan.

Untuk mencapai misi itu, UIN Jakarta terus berbenah diri dan berusaha menyelesaikan berbagai masalah yang ada.

Dalam diskusi senat yang dihadiri para pembantu rektor (purek), dekan, guru besar, peneliti dan aktifis ini membahas berbagai kendala dan solusi yang harus dipikirkan. Beberapa kendala yang muncul di antaranya politik anggaran antara Kementrian Agama (Kemenag) dan Kementria Pendidikan Nasional (Kemdiknas). Kedua instansi tersebut saling tunjuk dalam pemberian anggaran kepada UIN Jakarta. Dana penelitian yang masih minim dan dosen internasional yang terbatas.

Selain membahas berbagai masalah, gagasan baru juga muncul. Salah satunya, masukan agar Gedung Asrama Putra yang belum diberdayakan dengan baik agar disinergikan dengan kebutuhan mahasiswa dan kegiatan fakultas. []

Rektor: Perlu Kerja Eksra untuk Wujudkan WCU

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Gedung CSRC, UIN Online – Misi UIN Jakarta menjadi world class university (WCU), membutuhkan usaha ekstra serta ciri khusus. Usaha pensinergian ilmu agama dan umum adalah trik andalan UIN Jakarta. Upaya ini dilakukan agar UIN Jakarta memiliki kekhasan dan tidak kehilangan jati diri sebagai kampus Islam dengan tetap memperhitungkan ilmu umum.

Demikian dikatakan Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat saat diskusi senat di ruang diskusi Center for the Study of Religion and Culture (CSRC), Selasa (8/6).

“Kekhasan yang dimiliki UIN Jakarta itu, dapat menjadi modal tercapainya misi menjadi world class university dalam 20 hingga 25 tahun. Selain itu, sampai saat ini Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar dunia belum punya instansi khusus sebagai icon Islam Indonesia,” kata rektor menambahkan.

Untuk mencapai misi itu, UIN Jakarta terus berbenah diri dan berusaha menyelesaikan berbagai masalah yang ada.

Dalam diskusi senat yang dihadiri para pembantu rektor (purek), dekan, guru besar, peneliti dan aktifis ini membahas berbagai kendala dan solusi yang harus dipikirkan. Beberapa kendala yang muncul di antaranya politik anggaran antara Kementrian Agama (Kemenag) dan Kementria Pendidikan Nasional (Kemdiknas). Kedua instansi tersebut saling tunjuk dalam pemberian anggaran kepada UIN Jakarta. Dana penelitian yang masih minim dan dosen internasional yang terbatas.

Selain membahas berbagai masalah, gagasan baru juga muncul. Salah satunya, masukan agar Gedung Asrama Putra yang belum diberdayakan dengan baik agar disinergikan dengan kebutuhan mahasiswa dan kegiatan fakultas. []