Rektor: Pendidikan Holistik Perlu Dukungan Semua Pihak

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium Prof Dr Harun Nasution, BERITA UIN online–Guna membangun saling pengertian antarumat beragama, diperlukan pendidikan yang holistik. Alasannya, bentuk dan implementasi pendidikan tersebut  dapat mendorong individu  yang ramah, peka terhadap lingkungan, dan agamis.

“Pendidikan holistik itu pendidikan yang menanamkan nilai-nilai agama (religius), berkarakter, dan peduli terhadap yang lain,” ujar Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat pada seminar bertajuk “Education for Humanity: Redesigning Global Education towards Holistic Education” di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Rabu (23/11).

Menurutnya, pendidikan holistik itu dapat disemaikan melalui pendidikan multikulralisme. “Untuk konteks UIN Jakarta dapat tercermin dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian,” sambung Rektor.

Namun, lanjut dia, untuk mewujudkan langkah tersebut tidaklah mudah, karena itu  dibutuhkan dukungan dari pelbagai pihak. “Implementasi itu perlu kerja sama dengan semua pihak. Tidaknya kaum intelektual. Tapi juga kerja sama dari pemerintah, masyarakat, dan stakeholder lainnya,’ paparnya.

Di tempat yang sama, Prof Patrick McArdle menjelaskan, pendidikan multikulralisme dibutuhkan agar sesama dan antarumat beragama dapat hidup rukun dalam satu komunitas (dunia). “Nilai-nilai universal tiap agama itulah yang harus diajarkan kepada masyarakat,” ujar guru besar Australian Catholic University (ACU), Canberra.

Lantaran itu pula, sambung Patrick, di ACU didirikan pusat keagamaan yang bersumber dan terinpirasi dari nilai-nilai seluruh agama untuk menjaga toleransi yang baik. “ACU membangun pusat keagamaan yang mengadopsi seluruh agama bagaimana membangun kehidupan yang multikultral,” akunya.

Ia menambahkan, bagi umat Islam yang belajar di institusi pendidikan non-Islam tentunya diperlukan komitemen keagamaan yang kuat dari yang bersangkutan. “Seorang Muslim yang dididik di lembaga nonmuslim harus percaya diri dengan agamanya dan komitmen dengan nilai-nilai Islam,” katanya.

Seminar internasional yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta, selain membahas “Pendidikan Holistik dan Implementasinya”, dibahas pula tema “Pendidikan Holistik Berbasis Nilai dalam Perspektif Sirah Nabi”, “Membumikan Pendidkan Holistik”, dan beragam topik lainnya.  (saifuidn)