Rektor: Pelihara Iman Memasuki Tahun Baru

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Jakarta, UIN Online - Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat mengatakan, memasuki tahun baru hendaknya setiap manusia dapat memikirkan hal yang sudah dilakukan selama setahun. Karena itu, dalam Islam mengenal dengan muhasabah atau introspeksi apa saja yang telah diperbuat.

”Nantinya, kebaikan-kebaikan akan terus kita lakukan dengan tidak mengulangi kesalahan yang telah diperbuat. Karena itu, baik ilmu dan amal juga bagian yang harus dimiliki memasuki tahun baru ini,” kata Rektor saat ceramah Dzikir Nasional Republika di Masjid Agung At-Tin TMII Jakarta, Kamis (31/12).

Dalam kesempatan itu dzikir yang dipimpin ustadz Muhammad Arifin Ilham, turut hadir seperti Dirjen Bimas Islam Prof Dr Nasaruddin Umar, penulis nonel Ketika Cinta Bertasbih Habiburrahman El Shirazy, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) A M Fatwa, Habib Ahmad al-Kaf, dan Direktur Pertamina Waluyo.

Rektor menjelaskan, menjaga iman juga bagian yang penting dalam kehidupan. Jika iman dibanding dengan harta dan ilmu, maka keduanya tidak memiliki arti apapun. “Karena harta dan ilmu itu relatif, jadi syukuri dan pelihara iman yang ada pada diri kita,” ujarnya.

Lebih dari itu, lanjut Rektor, dalam hidup ini yang paling ringan untuk dilakukan manusia adalah berbuat dosa. Baginya, ketika seorang berdiam, bisa saja yang dipikirkan adalah hal-hal yang negatif. “Padahal berbuat dosa atau pun berbuat kebaikan, sama-sama membutuhkan tenaga. Tapi kenapa kita terkadang tidak memilih sesuatu yang baik,” tanya Rektor kepada ribuan jamaah.

Sementara itu Rektor juga mengingatkan pentingnya untuk selalu bersyukur. Ia menilai, dengan bersyukur seseorang tidak akan merasa dengki atau hasud kepada orang lain. Sesuatu yang diterimanya baik kecil ataupun besar, akan disyukurinya.

“Itu semua bermuara pada pembentukan iman tadi, kuatkah atau lemah,” tukas Rektor yang juga anggota tim delapan dalam penyelesaian skandal Bank Century.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rektor: Pelihara Iman Memasuki Tahun Baru

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Jakarta, UIN Online - Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat mengatakan, memasuki tahun baru hendaknya setiap manusia dapat memikirkan hal yang sudah dilakukan selama setahun. Karena itu, dalam Islam mengenal dengan muhasabah atau introspeksi apa saja yang telah diperbuat.

”Nantinya, kebaikan-kebaikan akan terus kita lakukan dengan tidak mengulangi kesalahan yang telah diperbuat. Karena itu, baik ilmu dan amal juga bagian yang harus dimiliki memasuki tahun baru ini,” kata Rektor saat ceramah Dzikir Nasional Republika di Masjid Agung At-Tin TMII Jakarta, Kamis (31/12).

Dalam kesempatan itu dzikir yang dipimpin ustadz Muhammad Arifin Ilham, turut hadir seperti Dirjen Bimas Islam Prof Dr Nasaruddin Umar, penulis nonel Ketika Cinta Bertasbih Habiburrahman El Shirazy, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) A M Fatwa, Habib Ahmad al-Kaf, dan Direktur Pertamina Waluyo.

Rektor menjelaskan, menjaga iman juga bagian yang penting dalam kehidupan. Jika iman dibanding dengan harta dan ilmu, maka keduanya tidak memiliki arti apapun. “Karena harta dan ilmu itu relatif, jadi syukuri dan pelihara iman yang ada pada diri kita,” ujarnya.

Lebih dari itu, lanjut Rektor, dalam hidup ini yang paling ringan untuk dilakukan manusia adalah berbuat dosa. Baginya, ketika seorang berdiam, bisa saja yang dipikirkan adalah hal-hal yang negatif. “Padahal berbuat dosa atau pun berbuat kebaikan, sama-sama membutuhkan tenaga. Tapi kenapa kita terkadang tidak memilih sesuatu yang baik,” tanya Rektor kepada ribuan jamaah.

Sementara itu Rektor juga mengingatkan pentingnya untuk selalu bersyukur. Ia menilai, dengan bersyukur seseorang tidak akan merasa dengki atau hasud kepada orang lain. Sesuatu yang diterimanya baik kecil ataupun besar, akan disyukurinya.

“Itu semua bermuara pada pembentukan iman tadi, kuatkah atau lemah,” tukas Rektor yang juga anggota tim delapan dalam penyelesaian skandal Bank Century.