Rektor: Pahami Makna Isi al-Qur’an

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

 

Masjid Fathullah, UIN Online – Rektor UIN Prof Dr Komaruddin Hidayat mengatakan, al-Qur’an sebagai pedoman umat Islam, hendaknya dibaca dan dikaji maknanya agar tidak salah dalam menafsirkannya.

 

Hal itu disampaikan rektor dalam ceramah Nuzulul Qur’an di Masjid Fathullah UIN, Minggu (6/9). Turut hadir dalam kesempatan itu ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ait Komaruddin Hidayat.

 

Rektor menjelaskan, al-Qur’an telah menjadi referensi para ulama untuk membuat jutaan kitab yang dibaca umat Islam. Menurutnya, al-Qur’an bagai pohon yang akarnya telah menyebar luas, dan manfaat al-Qur’an telah dirasakan banyak orang.

 

“Al-Qur’an telah memberi manfaat besar bagi umat Islam, maka jadikan al-Qur’an sebagai bacaan sehari-hari. Tentunya, juga penting dikaji maknanya,” ujar rektor di hadapan ratusan jamaah. 

 

Kata Iqra’ (bacalah), yang merupakan bagian dari ayat al-Qur’an yang pertama kali turun, lanjut rektor, menandakan umat Islam harus memiliki ilmu untuk memahaminya. “Karena itu, hati-hati menafsirkan al-Qur’an. Perlu belajar dengan ahlinya, tanpa itu kita akan tersesat,” jelas rektor.

 

Rektor menyayangkan, subjektifitas seseorang dalam menafsirkan al-Qur’an terkadang mangalahkan arti sebenarnya. Al-Qur’an bisa menjadi pengingat sekaligus pendorong untuk melakukan sesuatu yang baik. []

 

Rektor: Pahami Makna Isi al-Qur’an

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

 

Masjid Fathullah, UIN Online – Rektor UIN Prof Dr Komaruddin Hidayat mengatakan, al-Qur’an sebagai pedoman umat Islam, hendaknya dibaca dan dikaji maknanya agar tidak salah dalam menafsirkannya.

 

Hal itu disampaikan rektor dalam ceramah Nuzulul Qur’an di Masjid Fathullah UIN, Minggu (6/9). Turut hadir dalam kesempatan itu ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ait Komaruddin Hidayat.

 

Rektor menjelaskan, al-Qur’an telah menjadi referensi para ulama untuk membuat jutaan kitab yang dibaca umat Islam. Menurutnya, al-Qur’an bagai pohon yang akarnya telah menyebar luas, dan manfaat al-Qur’an telah dirasakan banyak orang.

 

“Al-Qur’an telah memberi manfaat besar bagi umat Islam, maka jadikan al-Qur’an sebagai bacaan sehari-hari. Tentunya, juga penting dikaji maknanya,” ujar rektor di hadapan ratusan jamaah. 

 

Kata Iqra’ (bacalah), yang merupakan bagian dari ayat al-Qur’an yang pertama kali turun, lanjut rektor, menandakan umat Islam harus memiliki ilmu untuk memahaminya. “Karena itu, hati-hati menafsirkan al-Qur’an. Perlu belajar dengan ahlinya, tanpa itu kita akan tersesat,” jelas rektor.

 

Rektor menyayangkan, subjektifitas seseorang dalam menafsirkan al-Qur’an terkadang mangalahkan arti sebenarnya. Al-Qur’an bisa menjadi pengingat sekaligus pendorong untuk melakukan sesuatu yang baik. []