Rektor Minta Tanah UIN Jakarta Dikembalikan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium, UIN Online – Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat meminta sejumlah bidang tanah milik UIN Jakarta yang masih terserak di wilayah Ciputat agar ditata ulang dan dikembalikan. Karena berdasarkan hak kepemilikan, sejumlah bidang tanah tersebut memiliki dasar hukum kuat sebagai milik Kementerian Agama/UIN Jakarta.

Permohonan Rektor itu disampaikan saat memberi sambutan pada acara penyampaian visi misi pasangan calon walikota dan wakil walikota Tangerang Selatan, Banten, yang akan maju pada Pemilukada Nopember mendatang di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Kamis (21/10).

“Berdasarkan bukti-bukti otentik, beberapa bidang tanah yang ada di sekitar wilayah Ciputat adalah milik UIN Jakarta. Tanah-tanah tersebut kini telah diambil oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, baik untuk permukiman maupun tempat usaha,” katanya.

Menurut Rektor, untuk mengambil kembali tanah-tanah tersebut jelas tidak mudah kecuali ada campur tangan dari pihak pemkot. Selain itu pengambilan tanah juga diharapkan tidak menimbulkan keributan dengan warga.

Rektor mengatakan, siapa pun pasangan calon walikota dan wakil walikota Tangsel terpilih nanti, masalah tata ruang wilayah atau planologi kawasan Ciputat tetap harus mendapat perhatian. Sebab, selama ini wilayah Tangsel khususnya di kawasan Ciputat terkesan semrawut. Tak hanya masalah permukiman tapi juga infrastruktur dan lalu lintas.

“Nah, kami ingin walikota yang baru memperhatikan masalah tersebut, termasuk mengembalikan kawasan Situ Kuru sebagai tempat pariwisata,” ujarnya. Ia juga menegaskan, Kota Tangsel ke depan harus jadi kota model dalam berbagai hal, baik dalam peningkatan pelayanan, pendidikan maupun kesehatan. “Jika kawasan BSD (Bumi Serpong Damai) sebagai kota bisnis dan hiburan, Ciputat harus jadi kota pendidikan,” lanjutnya.

Penyampaian visi misi pasangan calon walikota dan wakil walikota Tangsel digelar atas kerja sama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangsel dengan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) UIN Jakarta. Dari empat pasangan yang diundang, satu di antaranya tidak hadir, yakni pasangan Yayat Sudrajat-Moch Norodom Sukarno yang memiiki nomor urut satu. Ketiga pasangan lain (sesuai nomor urut) adalah Rodhiyah Najibhah-Sulaiman Yasin, Arsid-Andre Taulany, dan Airin Rachmi Diany-Beyamin Davnie. Acara tersebut dipandu Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah Prof Dr Abuddin Nata.

Wakil Ketua KPU Tangsel Agus Supadmo mengatakan, sosialisasi Pemilukada Tangsel melalui penyampaian visi misi keempat pasangan dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menilai program-program yang ditawarkan calon. “Selain itu, KPU berharap Pemilukada Tangsel yang baru pertama kalinya dilaksanakan sejak otonom dari Kabupaten Tangerang ini berjalan demokratis, tertib, dan bermartabat,” katanya. (ns)