Rektor Minta Calon Dokter Hati-hati Tangani Pasien

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

Gedung FKIK, UIN Online - Rektor UIN Prof Komarudin Hidayat meminta kepada para calon dokter yang akan berpraktik (preklinik) agar lebih berhati-hati menangani pasien rumah sakit. Sebab, sedikit saja melakukan kesalahan akan berakibat tercemarnya nama baik rumah sakit.

Hal itu dikatakan Rektor saat mengambil sumpah janji kepaniteraan bagi 62 mahasiswa Jurusan Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) yang akan mengabdi di rumah sakit di Auditorium FKIK, Jumat (12/11). Hadir dalam kesempatan tersebut Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum Drs Achmad Ghalib MA, Direktur RS Pusat Fatmawati Jakarta Sugiharty, dan Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian Drs Abdul Shomad MA.

“Mahasiswa mesti berhati-hati karena saat berada di rumah sakit karena Anda bekerja seperti dokter beneran, yakni menangani para pasien secara langsung. Jika tidak berhati-hati, meskipun membuat kesalahan sedikit, akan berdampak pada pencemaran nama baik rumah sakit itu sendiri,” katanya.

Namun, ia juga optimis bahwa calon dokter yang akan mengabdi dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Hal itu mengingat mahasiswa kedokteran FIKIK termasuk baik dan sesuai hasil seleksi.

Rektor dalam kesempatan itu juga meminta agar mahasiswa menjaga profesionalisme dan bekerja dengan niat ibadah. Bahkan, dengan hanya mengucap basmalah saja, pasien sudah pasti sembuh, apalagi ditunjang dengan kekuatan iman, sikap ketauhidan serta ditunjang pengetahuan memadai. “Insya Allah, hanya dengan cara seperti itu, pasien langsung pulang walaupun baru sekadar ngobrol,” kilahnya.

Sementara itu, Direktur RS Pusat Fatmawati Sugiharty mengatakan, seluruh peserta preklinik terlebih dahulu diharapkan dapat untuk mengikuti orientasi fashion safety. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan komunikasi pada saat berhadapan dengan pasien yang rata-rata berobat menurut standar kelas A.

“Jadi jangan sampai belum tahu dan berpengalaman Anda langsung menangani pasien. Jika belum tahu bisa bertanya ke teman atau yang lain,” ujarnya Karena itu dia berharap ada kerja sama yang baik antarcalon dokter maupun dengan pihak tenaga medis yang ada di rumah sakit tersebut.

Menurut Sugiharty, mahasiswa yang praktik di RS Pusat Fatmawati saat ini tak hanya dari UIN Jakarta tapi juga ada dari universitas lain, seperti Universitas Indonesia dan Universitas Trisakti.

Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum FKIK Drs Abdul Gholib MAg menjelaskan, mahasiswa calon dokter yang berpraktik di RS Fatmawati kali ini merupakan angkatan ketiga sejak Program Studi Pendidikan Dokter berdiri tahun 2004. Mereka berasal dari semester tujuh dan sudah menempuh seluruh studi selama enam semester. Selama berada di rumah sakit, para peserta akan mengabdi sedikitnya dua tahun atau setara dengan empat semester.