Rektor: Mahasiswa Diminta Memahami Aturan Birokrasi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Ruang Diorama, BERITA UIN Online – Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat meminta kepada para mahasiswa UIN Jakarta untuk memahami  berbagai peraturan dan kebijakan mengenai birokrasi kampus. Sebab, kampus UIN Jakarta bukan sebuah organisasi, koperasi atau sejenisnya melainkan sebuah institusi negeri.

Hal itu dikatakan Rektor saat berdialog dengan puluhan mahasiswa aktifis yang pernah melayat ke luar negeri di Ruang Diorama, Senin (25/3). Acara yang difasilitasi International Office (IO) UIN Jakarta itu dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Sudarnoto Abdul Hakim dan Direktur IO Dr Yeni Ratna Yuningsih.

“Karena bukan organisasi, maka yang harus ditonjolkan dari UIN Jakarta adalah akademiknya,” katanya.

Rektor lebih lanjut menyatakan, sebagai institusi negeri UIN Jakarta sangat terikat dengan peraturan birokrasi. Misalnya mengenai masalah penggunaan keuangan yang harus selalu dipertanggungjawabkan di depan publik. “Penggunaan keuangan kita sangat ketat karena harus akuntabel,” ujarnya.

Kepada para mahasiswa yang pernah ke luar negeri, Rektor di antaranya mendorong agar terus berkiprah dan berprestasi. Kesempatan para mahasiwa dapat melakukan perjalanan ke luar negeri tersebut merupakan pengalaman berharga karena tak semua mahasiswa memperoleh kesempatan.

“Anda pasti mempunyai pengalaman sendiri-sendiri selama di luar negeri. Pengalaman itu akan sangat baik jika dituangkan ke dalam tulisan,” saran Rektor.

Direktur IO Dr Yeni Ratna Yuningsih mengungkapkan, pihaknya sengaja mengundang puluhan mahasiswa yang pernah berkunjung ke luar negeri untuk berdialog dengan Rektor. Setidaknya hal itu sebagai bentuk apresiasi universitas kepada mahasiswa yang telah berkiprah dan membawa nama harum UIN Jakarta di tingkat internasional.

Para mahasiswa yang pernah melancong ke luar negeri itu dilakukan melalui program yang beragam. Antara lain program konferensi, kompetisi, dan pertukaran mahasiswa (student exchange).

“Negara yang dikunjunginya juga beragam, seperti Malaysia, Filipina, Amerika, Jerman, Selandia Baru, Australia, Jepang, dan Rusia,” jelas Yeni. Dia berharap di tahun-tahun mendatang akan semakin banyak lagi mahasiswa yang dapat pergi ke luar negeri. (ns)