Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada didampingi para wakil rektor, dekan, dan kepala biro meletakkan batu pertama pembangunan gedung baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis di eks perumahan dosen, Rabu (23/8/2017). Sumber dana pembangunan gedung tersebut berasal dari Sukuk Negara atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Kementerian Agama.

Pisangan, BERITA UIN Online – Pembangunan baru gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dimulai Rabu (23/8/2017) ini di kawasan eks perumahan dosen Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Peletakkan batu pertama (groundbreaking) pembangunan dilakukan Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada didampingi para wakil rektor, dekan, dan Dekan FEB Dr Ali Mufraini.

Rektor mengatakan, pembangunan gedung baru FEB merupakan respon dari kian tingginya peminat masuk UIN Jakarta, khususnya di FEB. Namun, mengingat daya tampung terbatas, UIN Jakarta terus memperluas gedung perkuliahan sehingga dapat memberikan kesempatan bagi setiap anak bangsa mengenyam pendidikan.

“Jadi, mereka (calon mahasiswa, Red) yang tidak berhasil lolos bukan berarti UIN Jakarta melarang kuliah melainkan hanya soal keterbatasan sarana dan prasarana saja,” katanya.

Menurut Rektor, setiap tahun peminat masuk UIN Jakarta secara keseluruhan dan nasional mencapai lebih dari 100 ribu orang yang disaring dari semua jalur masuk. Namun, sesuai kuota, setiap tahun hanya bisa menerima sekitar 5.000 mahasiswa saja.

“Kita tak bisa menerima lebih banyak mahasiswa mengingat jumlah kelas yang terbatas. Meskipun kita punya lahan untuk memperluas gedung fakultas di sini (eks perumahan dosen, Red), namun nyatanya masih banyak kendala. Karena itu kita tak bisa membangun sesuai masterplan yang ada,” ucapnya.

Padahal, kata Rektor, Islamic Developmen Bank (IDB) sudah siap kembali membantu pembangunan gedung UIN Jakarta. Bahkan untuk pembangunan gedung asrama, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga sudah siap membantu.

“UIN Jakarta juga punya tanah di Cikuya, Solear, Tangerang, Banten, seluas 40 hektar. Namun, untuk membangun asrama di sana jelas tak mungkin, kecuali dibuka fakultas baru (di tempat tersebut),” jelas Rektor.

Gedung perkuliahan baru FEB dibangun setinggi lima lantai di atas lahan milik UIN Jakarta seluas 8.000 meter persegi. Gedung dibangun dengan konsep arsitektur modern dan menggunakan konsep green building. Pembangunan gedung ditargetkan selesai selama empat bulan atau hingga akhir Desember 2017 dengan konsultan perencana PT Yodya Karya (Persero).

“Sumber dana pembangunan gedung berasal dari Sukuk Negara atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Kementerian Agama tahun Anggaran 2017 sebesar Rp 41 miliar,” kata Abdul Halim, Kepala Sub Bagian Rumah Tangga.

Gedung baru perkuliahan FEB dapat menampung sekitar 1.500 mahasiswa. Selain ruang utama perkuliahan, bangunan juga akan dilengkapi dengan perkantoran, ruang dosen, kantin, mushala, dan sarana parkir. (ns)

 

Share This