Rektor Menerima dan Melepas Peserta Visiting Professor dan Research Fellowship Dari Sejumlah Perguruan Tinggi Mancanegara

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Dede Rosyada MA melepas para akademisi dosen dan profesor peneliti universitas dunia yang telah menyelesaikan research fellowship dan visiting professor 2016 di UIN Jakarta, Jumat (28/09/2016).  Dalam catatan LP2M, penerima research internasional dan visiting professor tahun ini mencapai 13 orang. Rinciannya, 3 research fellowship (inbound) dan 6 visting profesor inbound, dan 4 research fellowship (outbound).  (Foto: Hermanuddin)

Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Dede Rosyada MA melepas para akademisi dosen dan profesor peneliti universitas dunia yang telah menyelesaikan research fellowship dan visiting professor 2016 di UIN Jakarta, Jumat (28/09/2016). Dalam catatan LP2M, penerima research internasional dan visiting professor tahun ini mencapai 13 orang. Rinciannya, 3 research fellowship (inbound) dan 6 visting profesor inbound, dan 4 research fellowship (outbound). (Foto: Hermanuddin)

Rg. Uni Club, BERITA UIN Online— Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Dede Rosyada MA menerima dan melepas para akademisi dosen dan profesor peneliti dari sejumlah perguruan tinggi mancanegara yang akan memulai dan telah menyelesaikan program research fellowship dan visiting professor 2016 di UIN Jakarta, Jumat (30/09/2016). Selain para peserta kegiatan, acara tersebut dihadiri Wakil Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Yusron Razak MA, Ketua LP2M Prof. Dr. Arskal Salim GP MA dan pimpinan lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor mengungkapkan apresiasinya atas kesediaan para akademisi dunia melaksanakan aktifitas akademik di UIN Jakarta. “Saya atas nama pribadi maupun lembaga, menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas keberhasilan Anda menuntaskan aktifitas akademik di UIN Jakarta,” ujarnya.

Rektor menambahkan, program research fellowship dan visiting professor dilaksanakan UIN Jakarta dengan sejumlah tujuan. Diantaranya, memperkenalkan tradisi akademik Islam Indonesia ke masyarakat dunia, membantu UIN Jakarta menjadi universitas Islam dengan rekognisi global, dan menumbuhkan iklim akademik dunia kepada para mahasiswa dan dosen UIN Jakarta.

“Kami ingin, melalui Anda, bisa memperkenalkan Islam Indonesia yang toleran dan moderat kepada dunia, menumbuhkan iklim akademik dunia di kalangan mahasiswa dan dosen, serta membantu kami mendesain universitas ini direkognisi dunia,” paparnya.

Diketahui, tahun ini UIN Jakarta mengundang akademisi dan profesor universitas dunia untuk meneliti dan mengajar di UIN Jakarta melalui mekanisme research fellowship dan visiting professor. Melalui research fellowship mengundang Sundaraj Dharmaraj dari Jawaharlal Nehru University, Jee Young Lee dari University of Canberra, dan Kevin William Fogg dari University of Oxford. Masing-masing meneliti dan mengajar di Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Sains dan Teknologi, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Melalui skema visiting professor, UIN Jakarta menerima enam orang profesor untuk meneliti dan mengajar di sejumlah fakultas UIN Jakarta. Masing-masing, Bijan Davvaz dari Yazd University Iran di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Hamid Slimi dari Canadian Centre for Deen Studies di Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikaksi, dan Martha Beck dari Lyon College di Fakultas Ushuluddin. Selanjutnya, Jayakaran Mukundan dari University Putra Malaysia ke LP2M, Muhammad Ibrahim Noorzaee dari Kabul University ke Fakultas Syariah dan Hukum, dan Abdul Aziz Munadhil dari Universitas Ibnu Thufail Maroko ke Fakultas Dirasat Islamiyah.

Mewakili para dosen-profesor asing, Bijan Davvaz, menyampaikan terimakasih kepada UIN Jakarta yang telah menerimanya menjadi peserta program visiting professor. “Tidak hanya meneliti soal akademik, saya juga mendapat pengalaman yang memperkaya cara pandang saya tentang Islam dan masyarakat Muslim Indonesia,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Arskal menambahkan, pelaksanaan research fellowship dan visiting professor yang terlaksana untuk tahun kedua ini berjalan lancar. Ini didasarkan pada banyaknya kandidat yang mendaftar meksi kemudian jumlahnya harus sesuaikan dengan dinamika penganggaran tahun ini. “Alhamdulillah, berjalan cukup lancar,” jelasnya.

Dalam catatan LP2M, penerima research internasional dan visiting professor tahun ini mencapai 13 orang. Rinciannya, 3research fellowship (inbound) dan 6 visting profesor inbound, dan 4 research fellowship (outbound). Khusus program terakhir berupa pengiriman dosen UIN Jakarta ke berbagai perguruan tinggi dunia seperti Usep Abdul Matin ke Monash University, M. Amin Nurdin ke Philipps Marburg University of Jerman, Nurlaely Mida ke Yamaguchi University of Japan, dan Yuli Yasin ke Kuwait University. (zm/umar/rs)