Gedung Rektorat, BERITA UIN Online— Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA melepas empat mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah yang mengikuti program pertukaran mahasiswa (student exchange) ke Université Zitouna, Tunisia, Rabu (8/9/2017). Kepada keempatnya, rektor berpesan untuk memaksimalkan kesempatan belajar di perguruan tinggi tertua di Timur Tengah tersebut.

“Selamat atas keberhasilan Anda lolos seleksi dan dikirim belajar ke sana. Ini merupakan kesempatan emas  untuk mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, belajar di negeri orang. Galilah ilmu dan pengalaman, lalu bagilah dengan teman-teman Anda di sini,” pesannya.

Rektor menambahkan, Université Zitouna sendiri merupakan perguruan tinggi tertua di Timur Tengah yang telah menghasilkan ribuan alumni terbaik. Tunisia sendiri, negara asal Université Zitouna, merupakan negara di kawasan Afrika Utara dengan kekayaan peradaban.

“Jadi, silahkan Anda belajar dengan baik, baik keilmuannya, tradisi belajarnya, maupun kebudayaannya,” tambahnya lagi.

Pelepasan keempat mahasiswa sendiri dilaksanakan langsung di Ruang Rektor UIN Jakarta. Selain para wakil rektor, pelepasan juga dihadiri Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah Dr Hamka Hasan LC MA beserta para wakil dekannya.

Diketahui, Fakultas Dirasat Islamiyah bekerjasama dengan Pusat Layanan Kerjasama Internasional UIN Jakarta mengirim belajar empat mahasiswa fakultas tersebut ke Université Zitouna, Tunisia. Keempatnya, Mohammad Faqihus Syar’i (Semester IV), Ach. Faisol (Semester VI), Afni Miftah Khoirunnisa (Semester IV), dan Indra Choirul Umam (Semester VI).

Di tempat sama, Hamka Hasan juga menyampaikan harapannya agar keempat mahasiswa peserta bisa menggali pengalaman sekaligus mencari peluang beasiswa studi magister dan doktoral di universitas Timur Tengah. “Jangan berhenti sampai di program ini saja,” katanya.

Kepala Pusat Layanan Kerjasama Internasional Rachmat Baihaky MA menambahkan, pengiriman empat mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah merupakan bagian ikhtiar UIN Jakarta menjembatani mahasiswanya menikmati studi di perguruan tinggi terbaik dunia. Selain Université Zitouna, dengan program serupa, UIN Jakarta tahun ini mengirim tiga mahasiswa ke Western Sydney University. (arif s/ yuni nurkamaliah/zm)

Share This