Rektor Lepas 1427 Mahasiswa KKN/S

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Penulis: Hamzah

Parkir SC, UINJKT Online — Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat melepas 1.427 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata/Sosial (KKN/S) tahun 2008 di Lapangan Parkir Student Center, Senin (15/7). Rencananya mereka akan mengabdi ke tengah masyarakat selama sebulan ke depan.

Dalam sambutannya, Rektor berpesan agar mahasiswa yang mengikuti KKN/S dapat membawa nama baik UIN Jakarta ke tengah masyarakat. Karena itu, selama mengabdi di tengah masyarakat, mahasiswa harus menunjukkan sikap dan akhlak yang baik. Rektor juga memberikan tolok ukur keberhasilan KKN/S.


“Ukuran sukses dan tidaknya KKN menurut pengalaman saya mempunyai tiga ciri: pertama, tidak memberatkan daerah yang kita kunjungi; kedua, masyarakat merasa senang ketika kedatangan mahasiswa; dan ketiga, ketika ditinggalkan mahasiswa masyarakat merasa kehilangan,” katanya.

Menurutnya, pengalaman yang sudah terjadi, KKN bisa dikatakan sukses jika masyarakat yang dikunjungi mahasiswa memberikan hadiah sebagai pertanda rasa kehilangan ketika mahasiswa melakukan kegiatan di daerahnya. Bahkan, dengan nada setengah bergurau, rektor melanjutkan, ciri yang lainnya yaitu mahasiswa bisa dilamar menjadi menantu.

Lebih lanjut rektor mengemukakan, jika mahasiswa melakukan hal yang terbaik atau hal yang membuat masyarakat merasa senang ketika berkunjung ke suatu daerah, mahasiswa akan merasa seperti di daerahnya sendiri.

Sesuai dengan tema KKN/S tahun 2008, yaitu “Dengan KKN Kita Tingkatkan Solidaritas Internal Umat dalam Kebersamaan Membangun Masyarakat Indonesia”, mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat.

Menyitir kegelisahan Ivan IIlich, rektor prihatin dengan gejala umum banyaknya mahasiswa yang berasal dari kampung yang kuliah di kota, tapi setelah pintar pulang ke kampung halamannya malah menjajah kampungnya sendiri. Maka menurut Ivan, kata rektro, kampus-kampus itu harus dirobohkan karena sudah mendidik orang-orang yang tidak bertanggung jawab terhadap kampung halaman dan tidak memberdayakannya.

“Sehingga saya pesan kepada kalian agar sambung rasa, sambung empati, bersihkan hati dan mencintai orang-orang yang kita kunjungi dan bagi orang-orang yang berasal dari kampung diupayakan agar menyayangi orang terdekat kita yang ada dikampung,” katanya. [Nif/Ed]

Rektor Lepas 1427 Mahasiswa KKN/S

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Penulis: Hamzah

Parkir SC, UINJKT Online — Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat melepas 1.427 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata/Sosial (KKN/S) tahun 2008 di Lapangan Parkir Student Center, Senin (15/7). Rencananya mereka akan mengabdi ke tengah masyarakat selama sebulan ke depan.

Dalam sambutannya, Rektor berpesan agar mahasiswa yang mengikuti KKN/S dapat membawa nama baik UIN Jakarta ke tengah masyarakat. Karena itu, selama mengabdi di tengah masyarakat, mahasiswa harus menunjukkan sikap dan akhlak yang baik. Rektor juga memberikan tolok ukur keberhasilan KKN/S.


“Ukuran sukses dan tidaknya KKN menurut pengalaman saya mempunyai tiga ciri: pertama, tidak memberatkan daerah yang kita kunjungi; kedua, masyarakat merasa senang ketika kedatangan mahasiswa; dan ketiga, ketika ditinggalkan mahasiswa masyarakat merasa kehilangan,” katanya.

Menurutnya, pengalaman yang sudah terjadi, KKN bisa dikatakan sukses jika masyarakat yang dikunjungi mahasiswa memberikan hadiah sebagai pertanda rasa kehilangan ketika mahasiswa melakukan kegiatan di daerahnya. Bahkan, dengan nada setengah bergurau, rektor melanjutkan, ciri yang lainnya yaitu mahasiswa bisa dilamar menjadi menantu.

Lebih lanjut rektor mengemukakan, jika mahasiswa melakukan hal yang terbaik atau hal yang membuat masyarakat merasa senang ketika berkunjung ke suatu daerah, mahasiswa akan merasa seperti di daerahnya sendiri.

Sesuai dengan tema KKN/S tahun 2008, yaitu “Dengan KKN Kita Tingkatkan Solidaritas Internal Umat dalam Kebersamaan Membangun Masyarakat Indonesia”, mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat.

Menyitir kegelisahan Ivan IIlich, rektor prihatin dengan gejala umum banyaknya mahasiswa yang berasal dari kampung yang kuliah di kota, tapi setelah pintar pulang ke kampung halamannya malah menjajah kampungnya sendiri. Maka menurut Ivan, kata rektro, kampus-kampus itu harus dirobohkan karena sudah mendidik orang-orang yang tidak bertanggung jawab terhadap kampung halaman dan tidak memberdayakannya.

“Sehingga saya pesan kepada kalian agar sambung rasa, sambung empati, bersihkan hati dan mencintai orang-orang yang kita kunjungi dan bagi orang-orang yang berasal dari kampung diupayakan agar menyayangi orang terdekat kita yang ada dikampung,” katanya. [Nif/Ed]