Rektor Lepas 1.864 Peserta KKN ke Berbagai Daerah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Student Center, BERITA UIN Online— Bertempat di halaman parkir Student Center, Senin (2/7), Rektor Prof. Dr. Komaruddin Hidayat melepas 1.864 mahasiswa peserta  Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Jakarta ke berbagai wilayah di Indonesia.  KKN akan berlangsung selama sebulan dari tanggal 2 Juli-2 Agustus 2012.

Acara penglepasan ditandai dengan pemotongan tali balon udara oleh Fauzi, peserta KKN di daerah Bekasi, dan disaksikan oleh Rektor, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Dr. Yayaan Sopyan, Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDKOM) Dr. Arif Subhan, para tamu undangan,  serta para peserta KKN.

Dr. Yayan dalam sambutannya menjelaskan, KKN 2012 terdiri atas empat model, yaitu, KKN reguler, mandiri, in campus, dan internasional. “Untuk yang reguler terdapat 88 kelompok. Mereka tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tengerang, dan Bekasi (Jabodetabek),” ujarnya.

Sedangkan mereka yang tergabung dalam KKN Mandiri terdapat 15 kelompok. Mereka tersebar di Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sumatera Barat, dan Sulawesi Tenggara (Sultra). “Yang KKN in campus satu dua kelompok. Mereka KKN di International Office,”sambungnya.

Dalam sambutannya Prof. Komaruddin mengatakan, KKN merupakan langkah mengimplementasikan pembelajaran mahasiswa selama kuliah pada dunia nyata. Dengan KKN itu, mahasiswa diharapkan dapat menjadi sarjana yang dapat membantu memecahkan masalah masyarakat.

“KKN itu menerapkan teori-teori sosial ketika mahasiswa kuliah dalam masyarakat. Apa pendidkan mereka, bagaimana tingkat ekonominya, bagaimana kondisi sosialnya? Semua itu harus bisa dijelaskan secara akademik. Itu yang membedakan orang kuliah dan tidak,” ujar di depan para peserta KKN.

Menurutnnya, dengan dapat memahami berbagai probelmatika yang dialami masyarakat, maka pada dasarnya mahasiswa atau sarjana dapat pula memahami masalah-masalah yang dialami bangsa Indonesia. “Sekali kita paham masalah yang dialami satu desa atau daerah, kita akan paham msalah Indonesia,” sambung dia.

Dalam kesempatan tersebut, rektor berharap agar peserta KKN 2012 mampu menampilkan dan membuat program yang terbaik, sehingga kegiatan tersebut  dapat bermanfaat bagi daerah yang bersangkutan dan bagi UIN Jakarta.

“Salah satu ciri KKN yang berhasil adalah masyarakat yang kita tempat KKN menangis haru karena kita tinggalkan. Mereka tidak mau kalau kita pergi,” tegasnya.

Hal penting lain yang mesti dilakukan, kata rektor, warga harus merasa senang dan nyaman dengan kehadiran para peserta KKN. “Kita tidak boleh membuat repot tempat KKN itu. Anak-anak UIN Jakarta itu sudah dikenal mudah bergaul dan tinggal dimana saja. Karena itu, tidak masalah dengan dimana kiita tinggal,”imbuhnya. (D. Antariksa/S)