Auditorium, BERITA UIN Online – Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada melantik dan mengukuhkan pengurus baru 18 lembaga kemahasiswaan tingkat universitas periode 2018 di Auditorium Harun Nasution, Senin (5/2/2018). Acara pengukuhan massal itu dihadiri antara lain Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Yusron Razak, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Fadhilah Suralaga, serta sejumlah dekan fakultas.

Pengurus baru lembaga-lembaga kemahasiswaan universitas yang dikukuhkan terdiri atas senat mahasiswa (Sema) dan dewan eksekutif mahasiswa (Dema), serta 16 unit kegiatan mahasiswa (UKM). Pengurus baru periode 2018 tersebut dikukuhkan setelah melakukan pergantian pimpinan tahun lalu melalui mekanisme musyawarah dan dalam waktu berbeda. Seusai pengukuhan, pengurus lama dan baru kemudian saling menyerahkan jabatan masing-masing dalam berita acara yang disaksikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Yusron Razak.

Ke-16 pengurus UKM yang dikukuhkan adalah Pramuka, Komunitas Musik Riak, Teater Syahid, Komunitas Fotografi Kalacitra, Komunitas Pecinta Lingkungan Hidup Ranita, Komunitas Pecinta Alam Arkadia, Lembaga Pers Mahasiswa Institut, Lembaga Dakwah Kampus Syahida, Foreign Languages Association (Flat) Bahasa, Koperasi Mahasiswa, Paduan Suara Mahasiswa, Federasi Olahraga Mahasiswa, Resimen Mahasiswa, Korps Sukarela Palang Merah Indonesia, Marching Band, dan Himpunan Qari/qariah.

Rektor dalam sambutannya menyatakan, organisasi kemahasiswaan merupakan salah satu wahana yang berfungsi sebagai pendewasaan mahasiswa. Melalui organisasi tersebut mahasiswa tak hanya dituntut untuk berpikir kristis (critical thinking) tetapi juga mampu berkomunikasi dengan baik.

“Bahkan yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana mahasiswa memiliki kemampuan untuk dapat bekerja sama dengan pihak luar atau dengan semua orang,” katanya.

Rektor menegaskan, melalui organisasi kemahasiswaan itu pula mahasiswa dapat melatih diri dalam berbagai bidang keterampilan sesuai minat dan bakat masing-masing. Namun, di luar itu semua mahasiswa juga harus menguatkan pengetahuan (knowledge) agar terjadi keseimbangan antara keterampilan dan keilmuan.

“Khusus bagi organisasi kemahasiswaan yang mengembangkan bidang kebahasaan, seperti Flat Bahasa, saya berharap tak hanya pintar berbahasa bagi anggotanya saja, tetapi juga dapat mengembangkannya bagi orang lain,” ujar Rektor. (ns)