Rektor: Kesalehan Sosial Harus Meningkat Pasca Ramadhan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium Prof Dr Harun Nasution, BERITA UIN Online–Pasca Ramadhan kinerja seseorang harus lebih baik, karena secara spiritual ia telah ditempa oleh Allah dengan berbagai ibadah selama sebulan. Dengan spritualitas yang baik, maka kesalehan sosial  seseorang akan baik pula.

`”Ramadhan tidak saja mengajarkan kita untuk menumbuhkan jiwa dan spritualitas seseorang.  Ramadhan secara psikologis juga mendidik kita untuk memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Jadi setelah Ramadhan  kesalehan sosial harus meningkat,”ujar Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat pada acara  Halal bi Halal sivitas akademik UIN Jakarta, di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Senin (27/8).

Dalam Islam, katanya, bulan setelah Ramadhan disebut dengan Syawwal. Syawwal itu artinya meningkat. “Jadi dengan Ramadhan harus ada peningkatan kesalehan individu dan sosial kita,”tegasnya.

Menurutnya, kesalehan sosial itu sangat penting untuk dapat membantu orang lain. Oleh karena itu pula, kesalehan sosial itu harus diwujudkan dalam berbagai bentuk. “Masalah sosial dan pendidikan bangsa dapat diatasai dengan kesalehan sosial. Ini harus ditumbuhkan, sehingga kita dapat melanjutkan pengkaderan anak bangsa,”katanya.

Sementara pada kesempatan yang sama, pembicara kunci acara Halal bi Halal, Prof Dr Ir Bunasor Sanim MSc menjelaskan, kesalehan sosial dapat dikembangkan dengan mengembangkan potensi ekonomi umat.

“Ekonomi Islam karena bersumber dari Allah, maka ia dapat menjadi alternatif untuk membangun ekonomi bangsa ini,”ujarnya.

Dijelaskannya, untuk menumbuhkan ekonomi umat Islam diperlukan etos kerja yang kuat. Setidaknya terdapat empat etos yang harus dimiliki umat Islam untuk meningkatkan kualitas ekonominya, yaitu, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas.

Menurutnya, semua etos kerja tersebut terkadung dalam ibadah puasa Ramadhan. “Puasa Ramadhan tidak hanya melahirkan individu-individu yang saleh secara pribadi, tetapi juga melahirkan individu yang peka terhadap kondisi sosial,”imbuhnya.

Acara Halal bi Halal bertajuk “Membangun Ekonomi Umat” ini dihadiri para pembantu rektor, guru besar, sesepuh, dosen, karyawan, mahasiswa, dan tamu undangan. (D antariksa/Saifudin)