Rektor: Kepala Sekolah Emban Pendidikan Berkualitas

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Muhammad Nurdin

Gedung FITK, BERITA UIN Online - Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat mengatakan, generasi  yang  bagus, besar, dan maju adalah generasi yang dididik oleh sekolah atau madarasah  yang memiliki kualitas yang bagus.

“Sebab kualitas bangsa itu ditentukan oleh pendidikan, jadi elemen sekolah harus bagus,” kata Rektor dalam acara lokakarya bertema Peningkatan Mutu Layanan Pendidikan dan Pengembangan Kerjasama yang diselanggarakan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta, di Ruang Teater, Kamis (12/5).

Turut hadir Dekan FITK Prof Dr Dede Rosyada, Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan  Dr Muhbib Abdul Wahab MA, sivitas akademika, dan sejumlah kepala sekolah se-Jabodetabek.

Selain kualitas pendidikan yang harus diperhatikan, Rektor menambahkan,  kualitas hidup juga harus diperhatikan. Lebih lanjut, Rektor mengatakan, hidup itu harus mengandung tiga unsur. Pertama, belajar, di mana dan kapan saja manusia tinggal harus selalu belajar. Sebagai bangsa plural, Indonesia juga sedang belajar. Belajar menghadapi segala persoalan dari pluralisme etnis, suku, agama, budaya, dan bahasa. Jika berhasil menghadapi itu semua maka Indonesia adalah negara yang menang dalam belajar menghadapai persoalan.

“Apapun profesi Anda, belajar jangan sampai ditinggalkan, lebih-lebih Anda sebagai pemimpin (kepala sekolah),” pesannya.

Kedua, mengajar. Mengajar merupakan  tugas yang sangat mulia. Bahkan Allah akan melaknat pengemban ilmu yang tidak mengamalkan ilmunya. Ketiga, berkarya. Berkarya merupakan puncak terakhir dari dimensi  kehidupan. Setiap pemimpin harus mampu berkarya atau menciptakan murid-muridnya yang cerdas dan dewasa baik secara jasmaniah maupun rohaniah.

Pemimpin atau kepala sekolah yang baik harus mampu menciptakan generasi yang baik, sebab pemimpin mempunyai peluang untuk ber-amal jariah sangat yang besar dan terbuka. Akan tetapi jika berbuat salah maka dosanya pun akan besar. “Maka berhati-hatilah menjadi seorang pemimpin,” ungkapnya.

Selain ketiga unsur itu,  Rektor menambahkan. kualitas sekolah atau madarasah juga ditentukan seberapa jauh visi-misi yang diemban kepala sekolah, bagaimana perekrutan guru atau tenaga pengajar, dan bagaimana sistem pemilihan kepala sekolah. Jika semua ini dijalankan dengan baik dan sesuai prosedur maka kualitas peserta didik kedepan semakin bagus.

Setelah diskusi dengan Rektor, para kepala sekolah juga menandatangai kerjasama (MoU). Dalam sambutan  Dekan FITK Prof Dr Dede Rosyada mengatakan kerjasama  ini adalah yang pertama kali antara FITK UIN Jakarta-sekolah di wilayah se-Jabodetabek.  “Walaupun sebelumnya sudah ada tapi saya ingin lebih mempererat kembali dengan bentuk yang legal secara hukum,” ujarnya.

Di samping itu, Dede menambahkan, kerjasama ini tidak hanya dalam bidang peningkatan mutu layanan pendidikan dan pengembangan kerjasama saja. Tetapi FITK ingin menjalin hubungan yang lebih erat lagi dalam segala bidang.

Kerjasama  tersebut ditandai dengan penandatangan MoU antara FITK UIN Jakarta dan 170  kepala sekolah dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA,) se-Jabodetabek. MoU ini bertujuan untuk saling memberikan dukungan dan penguatan kelembagaan antara FITK UIN Jakarta dengan sekolah/madarasah di wilayah se-Jabodetabek dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, pendidik, dan  tenaga pendidik. Selain itu, ruang lingkup kerjasama ini meliputi bidang peningkatan kualifikasi, sertifikasi, dan kompetensi guru, dan tenaga pendidik. []