Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA saat memberikan sambutan pada acara Rancan gan Kebijakan Pengawasan 2017 yang dilaksanakan, Selasa (20/06), bertempat di ruang Diorama, gedung Harun Nasution, lantai dasar.

Diorama, BERITA UIN Online—Kedisiplinan dalam waktu dan kualitas kerja di lingkungan UIN Jakarta perlu terus ditingkatkan. Hal ini dalam rangka memaksimalkan penyerapan remunerasi dan anggaran agar tidak berbuah temuan.

Disampaikan Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA saat memberikan sambutan pada acara Rancan gan Kebijakan Pengawasan 2017 yang dilaksanakan, Selasa (20/06), bertempat di ruang Diorama, gedung Harun Nasution, lantai dasar.

Masih menurut rektor, beberapa waktu terakhir, penyerapan remunerasi di lingkungan UIN Jakarta masih belum maksimal. Ini dikarenakan, kedisiplinan karyawan di lingkungan UIN masih harus terus ditingkatkan.

“Selain itu, kita juga harus tertib administrasi dalam bentuk pengisian e-LKP dan ketepatan waktu saat melakukan absensi (finger frint), baik saat masuk maupun pulang kantor. Dengan demikian, diharapkan penyerapan remunerasi bisa maksimal,” tandasnya.

Ditambahkannya, setiap bagian di UIN Jakarta hendaknya saling memberikan sokongan dan mendukung kelancaran kinerja bersama. Jangan sampai, adanya ketidaklengkapan dalam laporan, tidak segera ditindaklanjuti sehingga menumpuk dan menghasilkan sebuah temuan saat dilakukan audit.

Turut hadir mendampingi rektor, para Wakil Rektor, para Kepala Biro, Para Dekan, Wakil Dekan, Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian, dan pejabat lainnya baik pusat maupun fakultas. Selain itu, acara ini juga menghadirkan H Muhammad Fahri SH (Auditor Madya Inspektorat Investigasi) dan  H Rojikin SH MSi (Inspektur Investigasi Kementerian Agama RI).

Dalam penyampaiannya, M Fahri mengatakan agar kegiatan ini menjadi titik awal untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kinerja seluruh karyawan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.

“Apabila kedisiplinan seluruh karyawan di lingkungan UIN Jakarta sudah baik, maka akan mempengaruhi kinerja menjadi lebih baik. Dengan demikian, diharapkan akan menghasilkan output yang juga berkualitas,” ujar Fahri.

Ditegaskannya, bahwa pihak Irjen selalu terbuka untuk menerima keluhan atau pun konsultasi dari seluruh bagian di lembaga-lembaga yang berada di bawah naungan Kementerian Agama RI.

“Irjen memiliki tujuan bagaimana menciptakan sistem yang mendorong lembaga-lembaga agar bersih dan berkualitas. Oleh karenanya, Irjen melakukan pengawasan sesuai peraturan, dan perundang-undangan yang berlaku,” tandas Fahri mengakhiri penyampaiannya.

Hasil pantauan tim BERITA UIN Online di lapangan terlihat, acara yang diikuti sedikitnya 100 orang tersebut berjalan dengan lancar dan epektif. Hal ini terlihat pula dari antusiasme para peserta mengajukan beberapa pertanyaan kepada narasumber yang dimoderatori oleh Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian Dr H Rudi Subiyantoro MPd tersebut. (lrf)

 

Share This