Rektor: Kampus Bukan Sivitas Politika

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Lapangan Kampus, BERITA UIN Online – Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat menegaskan, kampus perguruan tinggi bukan ranah sivitas politika melainkan sivitas akademika. Sebagai ranah sivitas akademika, kampus adalah learning society dan tempat bagi pengembangan ilmu pengetahuan (knowledge).

“Anda boleh belajar tentang teori-teori ilmu politik, tetapi jika Anda ingin berpolitik praktis, silakan bermain di lembaga swadaya masyarakat (LSM) atau partai politik, bukan di kampus,” ujar Rektor saat membuka kegiatan Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK) bagi mahasiswa baru UIN Jakarta tahun akademik 2013/2014 di Lapangan Kampus, Kamis (29/8).

Sebagai perguruan tinggi, kata Rektor, kampus merupakan tempat bagi siapa saja untuk belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan, termasuk para dosen. Hal itu sesuai dengan moto kampus pertama, yaitu knowledge. Moto kedua adalah Piety, yaitu berupa pembentukan kesalehan dan hidup dengan hati yang bening serta khyusuk atau penuh bersyukur. Lalu moto ketiga Integrity, yaitu diharapkan sivitas akademika UIN Jakarta memiliki sebuah pribadi otentik yang siap memimpin diri sendiri serta orang lain.

“Jadi, moto Knowledge, Piety, dan Integrity merupakan panduan dan orientasi kegiatan semua warga sivitas akademika di kampus UIN Jakarta,” tandasnya.

Pembukaan OPAK ditandai dengan pemukulan gong dan pelepasan balon oleh Rektor yang didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Sudarnoto Abdul Hakim. Turut hadir sejumlah dekan, kepala biro, serta para pejabat UIN Jakarta lain.

OPAK yang akan berlangsung hingga tanggal 31 Agustus 2013 tersebut diikuti sekitar 4.500 mahasiswa baru. Mereka merupakan hasil seleksi dari berbagai jalur masuk UIN Jakarta. (ns)