Rektor: Dimensi Metafisik dan Sosial Harus Berintegrasi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter Akhwani Subkhi

 

Masjid al-Jamiah, UINJKT Online-  Pahala ibadah (termasuk ibadah puasa) seseorang akan hilang jika lisan dan hubungan sosialnya tidak bisa di jaga. Lebih jauh bahkan ia bisa tidak masuk surga. Demikian perkataan Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat ketika memberikan Kultum Ramadhan di depan civitas akademika seusai salat Dzuhur berjamaah di Masjid al-Jamiah, Senin (8/9).

 

Menurut Rektor, ibadah tidak hanya memiliki hubungan vertikal antara makhluk dengan Tuhannya, melainkan pula memiliki hubungan sosial atau horizontal antara makhluk dengan makhluk. “Akan tetapi selama ini ukuran ibadah banyak dipahami secara vertikal atau metafisik saja,” katanya.

 

Oleh karena itu, ia menghimbau agar universitas ini bisa mengintegrasikan antara dimensi metafisika dengan dimensi sosial. Ia juga meminta kepada civitas akademika untuk membangun keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak.

 

Komaruddin mengatakan menurut perspektif psikologi ibadah puasa bisa memberikan kecerdasan emosional. Pada dasarnya semua jenis ibadah mempunyai tiga aspek, yaitu metafisik, sosial, dan main.

Rektor: Dimensi Metafisik dan Sosial Harus Berintegrasi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter Akhwani Subkhi

 

Masjid al-Jamiah, UINJKT Online-  Pahala ibadah (termasuk ibadah puasa) seseorang akan hilang jika lisan dan hubungan sosialnya tidak bisa di jaga. Lebih jauh bahkan ia bisa tidak masuk surga. Demikian perkataan Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat ketika memberikan Kultum Ramadhan di depan civitas akademika seusai salat Dzuhur berjamaah di Masjid al-Jamiah, Senin (8/9).

 

Menurut Rektor, ibadah tidak hanya memiliki hubungan vertikal antara makhluk dengan Tuhannya, melainkan pula memiliki hubungan sosial atau horizontal antara makhluk dengan makhluk. “Akan tetapi selama ini ukuran ibadah banyak dipahami secara vertikal atau metafisik saja,” katanya.

 

Oleh karena itu, ia menghimbau agar universitas ini bisa mengintegrasikan antara dimensi metafisika dengan dimensi sosial. Ia juga meminta kepada civitas akademika untuk membangun keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak.

 

Komaruddin mengatakan menurut perspektif psikologi ibadah puasa bisa memberikan kecerdasan emosional. Pada dasarnya semua jenis ibadah mempunyai tiga aspek, yaitu metafisik, sosial, dan main.