Auditorium SPs, BERITA UIN Online – Rektor UIN Jakarta Dede Rosyada membuka secara resmi perhelatan Forum Direktur Pascasarjana (Fordipas) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia di Auditorium Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta, Selasa (17/7/2018). Acara pembukaan dihadiri Ketua Fordipas Ahmad Rofiq dan Direktur SPs UIN Jakarta Masykuri Abdillah selaku tuan rumah.

“Saya sangat mengapreasi kepada para direktur pascasarjana yang telah hadir di forum ini. Forum ini diharapkan dapat berkontribusi bagi kemajuan pascasarjana di lingkungan PTKIN dan melahirkan para sarjana magister serta doktor berkualitas,” ujar Rektor.

Rektor menjelaskan bahwa program pascasarjana sangat berperanan penting dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah. Penguatan terhadap riset dan publikasi, baik nasional maupun internasional, dengan sendirinya akan memberikan citra positif bagi kemajuan PTKIN.

“Kita harus kembangkan tradisi riset dan publikasi ilmiah tersebut secara konkret dan diarahkan kepada publikasi internasional yang terindeks Scopus,” tandasnya.

Dalam kasus di SPs UIN Jakarta, penguatan terhadap riset dan publikasi internasional terus didorong. Hal itu dilakukan agar setiap karya ilmiah hasil riset dapat dibaca secara luas di dunia internasional.

“Tradisi itu terus kita dorong dan usahakan agar dibaca dunia,” ujarnya singkat.

Forum Fordipas yang diselenggarakan untuk kedua kalinya ini diikuti oleh 50 peserta perwakilan dari 56 program pascasarjana PTKIN se-Indonesia. Tahun lalu Forum Fordipas PTKIN digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Agenda forum yang digelar pada 17-18 Juli 2018 itu di antaranya merumuskan tentang tata kelola pascasarjana, baik terhadap struktur kelembagaan maupun penggunaan nomenklatur. Selain itu juga dibahas persoalan-persoalan yang terkait dengan rumpun ilmu serta status home base dosen.

“Perumusan hasil forum tersebut selanjutnya akan diusulkan kepada Menteri Agama untuk ditindaklanjuti,” kata Ketua Fordipas, Ahmad Rofiq. (ns)

Share This