Rektor: Bangun Peradaban dengan Pendidikan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Syahida Inn, BERITA UIN Online- Pendidikan merupakan pilar membangun peradaban sebuah bangsa. Untuk mengukur kemajuan sebuah bangsa,  dapat dilhat pada kemajuan pendidikannya. Jepang dan Korea Selatan, misalnya, mampu menandingi kemajuan Amerika Serikat (AS), karena kemajuan teknologi dan insdutsri elektronik dan otomotif mereka.

Demikian Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat pada acara “Workshop and International Conference” bertajuk Measurement and Evaluation in Education and Psychology di Syahida Inn, Jum’at (21/9).

Menurutnya, meskipun dua bangsa di kawasan  Asia Timur itu sumber daya alam (SDA)-nya sangat terbatas, namun mereka memiliki sumber daya manusia (SDM) yang sangat kompetitif. Hal tersebut dapat terwujud, karena peran pendidikan di kedua negara itu.

“Bangsa Jepang pernah kalah, karena dibom oleh AS dan sekutu. Tapi, mereka punya karakter dan semangat untuk menjadi bangsa yang besar. Melalui pendidikan, mereka membalas dengan  bom otomotif. Kini  otomotif dunia dikuasai Jepang,”terangnya.

Demikian pula halnya bangsa Korea. Bangsa yang satu ini, terang Guru Besar Filsafat Barat itu, sangat bangga dengan produk mereka sendiri. Sikap demikian muncul tentunya karena pengaruh pendidikan. “Kalau kita berkunjung ke Korea Selatan, sulit rasanya menemukan produk otomotif seperti merk Honda di sana. Kalau ada, maka pasti barang itu masuk lewat pasar gelap atau kena pajak yang sangat tinggi,”paparnya.

Dua bangsa itu  menjadi negara maju karena mereka dalam membangun bangsanya lebih mengutamakan pembangunan pendidikan. Dari sana lahirlah ilmu penegtahuan dan teknologi. “Itu semua kuncinya pada pendidikan,”imbuhnya.

Dijelaskannya, jumlah ilmuan Indonesia lebih banyak dibandingkan  dengan jumlah ilmuan dua negara itu. “Jika ilmuan mereka dibariskan dengan ilmuan Indonesia, ilmuan kita lebih panjang barisannya. Tapi, kenapa ketika masuk kantor alat-alat elektronik yang ada di ruangan kantor adalah produk mereka?”tanyanya diplomatis.

Untuk mengatasi hal tersebut, saran dia, perlu pendidikan karakter. Disinilah peran Fakultas Psikologi UIN Jakarta dalam membangun karakter bangsa Indonesia. “Pendidikan itu punya tanggung jawab meningkatkan karakter.

“Fakultas Psikologi harus bisa memberikan kontribusi untuk pengembangan karakter pada pribadi dan sosial bangsa ini,”tandasnya.

Kegiatan yang dihelat oleh Fakultas Psikologi ini dihadiri oleh sejumlah tenaga pengajar Fakultas Psikologi UIN Jakarta, para tamu undangan, dan mahasiswa. Bertindak sebagai keynote speaker adalah Prof Dr Peter Paul Moormann, Guru Besar Psikologi Universitas Leiden. (d antariksa/Saifudin)