Rektor Ambil Sumpah 68 PNS Baru

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada (kanan) saat mengambil sumpah para pegawai negeri sipil baru di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Selasa (15/11). (Foto Hermanuddin)

Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada (kiri) saat mengambil sumpah para pegawai negeri sipil baru di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Selasa (15/11). (Foto Hermanuddin)

Auditorium, BERITA UIN Online – Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada melantik dan mengambil sumpah jabatan kepada 68 pegawai negeri sipil (PNS) baru untuk golongan III dan II. Acara pengambilan sumpah dilakukan di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Selasa (15/11). Turut hadir para wakil rektor, sejumlah dekan, kepala biro, dan kepala bagian serta kepala sub bagian.

PNS baru yang diambil sumpah terdiri atas 34 tenaga dosen, 15 tenaga administratif, dan 19 pelaksana (pengemudi, petugas keamanan, pramusaji, pramukantor, tenaga kebersihan). Para PNS tersebut merupakan hasil seleksi pemberkasan KI dan KII yang berlangsung sejak tahun 2009.

Rektor dalam sambutannya meminta kepada para PNS agar tetap menjaga kinerja dan berdisiplin baik. Ia juga mengharapkan agar mereka tidak menyia-nyiakan waktu karena akan berdampak pada perolehan remunerasi sebagai salah satu pemberian kesejahteraan.

“Hampir setiap tahun uang remunerasi kita tidak terserap seratus persen. Hal itu menunjukkan bahwa kinerja PNS kita masih buruk,” kata Rektor.

Di sisi lain, Rektor mengingatkan bahwa tujuan menjadi PNS bukan untuk mencari kekayaan, tetapi yang penting hidup serba berkecukupan. “Jika ingin kaya, ya jangan jadi PNS,” ujarnya.

Pada bagian lain, Rektor juga meminta PNS agar memahami cita-cita UIN Jakarta yang akan menjadi world class university (WCU) yang diakui di tingkat internasional. Karena itu setiap PNS dituntut untuk bekerja keras sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing serta mendukung cita-cita tersebut.

“Kita harus menjaga kepercayaan masyarakat, sehingga UIN Jakarta tetap menjadi perguruan tinggi pilihan bagi para calon mahasiswa baru,” ujarnya. (ns)