Ray Rangkuti: Capres RI 2009 Tidak Ada yang Ideal

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Akhwani Subkhi

 

Gedung FITK, UINJKT Online – Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai, sejumlah calon presiden yang akan maju pada Pemilu 2009 mendatang tidak ada ideal. Mereka tidak menawarkan visi apapun kecuali visi pribadi atau golongannya. Visi besar untuk membangun bangsa ini tidak mereka tawarkan. “Menurut saya calon presiden belum ada yang ideal dan cocok,” kata Ray ketika menjadi pembicara seminar nasional bertajuk Mencari Sosok Pemimpin Ideal 2009, di Gedung FITK, Selasa (27/1).

 

Pemimpin yang ideal, menurut Ray, yaitu mereka dapat melakukan negosiasi ulang perusahaan-perusahaan asing yang menguasai asset nasional seperti Freeport, Exxon Mobil dan lainnya. Selain itu, Capres yang ideal juga harus berani meminta pemotongan hutang luar negeri, bahkan bila perlu tidak membayarnya sama sekali. “Presiden mendatang harus menjaga kemandirian jati diri atau budaya bangsanya,” tegas alumni Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Jakarta ini.

 

Ray menilai calon presiden yang sudah beredar di masyarakat merupakan orang-orang yang akan menjual bangsa ini. Mereka merupakan generasi yang pola pikirnya pendek dan berasal dari proses manja, bukan karena pertarungan. “Pemimpin itu harus bisa mewujudkan keadilan, kesejahteraan sosial dan pemerataan,” tegasnya.

 

Ia mengingatkan, jika masyarakat tidak ingin terjerembab pada lubang yang sama, maka dalam Pemilu mendatang jangan sampai salah memilih presiden. “Sekali salah memilih dampaknya kita akan menderita selama lima tahun ke depan,” imbaunya.

 

Sementara itu, Ketua Umum KAMMI Daerah Jakarta Nouval Abuzar menawarkan, jika pada Pemilu mendatang tidak ada calon yang ideal, lebih baik memilih yang telah teruji di pemerintahan sekarang. “Kalau tidak ada yang ideal, pilih yang sama juga tidak apa-apa,” katanya.

 

Nouval sendiri mensyaratkan, pemimpin mendatang harus visioner, memiliki gagasan besar, dan integritas moral.  [Nif/Ed]

Ray Rangkuti: Capres RI 2009 Tidak Ada yang Ideal

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Akhwani Subkhi

 

Gedung FITK, UINJKT Online – Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai, sejumlah calon presiden yang akan maju pada Pemilu 2009 mendatang tidak ada ideal. Mereka tidak menawarkan visi apapun kecuali visi pribadi atau golongannya. Visi besar untuk membangun bangsa ini tidak mereka tawarkan. “Menurut saya calon presiden belum ada yang ideal dan cocok,” kata Ray ketika menjadi pembicara seminar nasional bertajuk Mencari Sosok Pemimpin Ideal 2009, di Gedung FITK, Selasa (27/1).

 

Pemimpin yang ideal, menurut Ray, yaitu mereka dapat melakukan negosiasi ulang perusahaan-perusahaan asing yang menguasai asset nasional seperti Freeport, Exxon Mobil dan lainnya. Selain itu, Capres yang ideal juga harus berani meminta pemotongan hutang luar negeri, bahkan bila perlu tidak membayarnya sama sekali. “Presiden mendatang harus menjaga kemandirian jati diri atau budaya bangsanya,” tegas alumni Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Jakarta ini.

 

Ray menilai calon presiden yang sudah beredar di masyarakat merupakan orang-orang yang akan menjual bangsa ini. Mereka merupakan generasi yang pola pikirnya pendek dan berasal dari proses manja, bukan karena pertarungan. “Pemimpin itu harus bisa mewujudkan keadilan, kesejahteraan sosial dan pemerataan,” tegasnya.

 

Ia mengingatkan, jika masyarakat tidak ingin terjerembab pada lubang yang sama, maka dalam Pemilu mendatang jangan sampai salah memilih presiden. “Sekali salah memilih dampaknya kita akan menderita selama lima tahun ke depan,” imbaunya.

 

Sementara itu, Ketua Umum KAMMI Daerah Jakarta Nouval Abuzar menawarkan, jika pada Pemilu mendatang tidak ada calon yang ideal, lebih baik memilih yang telah teruji di pemerintahan sekarang. “Kalau tidak ada yang ideal, pilih yang sama juga tidak apa-apa,” katanya.

 

Nouval sendiri mensyaratkan, pemimpin mendatang harus visioner, memiliki gagasan besar, dan integritas moral.  [Nif/Ed]