Ruang Diorama, BERITA UIN Online – Sebanyak 120 pelajar kelas 11 dari SMA Persatuan Umat Islam (PUI) Cirebon, Jawa, Barat, Rabu (14/12/2017), mengunjungi kampus UIN Jakarta. Kunjungan tersebut digelar dalam rangka studi kampus dan mengisi liburan sekolah. Selain  para pelajar, rombongan juga didampingi sejumlah guru bidang studi dan pejabat sekolah.

Para pelajar tiba di kampus sekitar pukul 09.00 langsung dari Cirebon dengan menggunakan dua buah bus. Rombongan disambut dan diterima Kepala Sub Bagian Publikasi dan Dokumentasi Feni Arifiani MH serta sejumlah staf di Ruang Diorama.

Perwakilan SMA PUI, Roseta SPd, dalam sambutannya mengatakan, kunjungan para pelajar dan guru yang dipimpinnya ke kampus UIN Jakarta bertujuan guna mengenalkan dunia akademik perguruan tinggi. Meski masih untuk memasuki pendidikan tinggi, namun para pelajar diharapkan dapat mempersiapkan diri sejak dini dalam memilih perguruan tinggi dan progam studi yang diminati mereka.

“Dari segi waktu, para pelajar kelas 11 itu memang belum saatnya. Namun, kami berharap kunjungan dan pengenalan kampus tersebut dapat menjadi bekal pengetahuan bagi mereka di kemudian hari,” katanya.

Menurut Roseta, lulusan SMA PUI Cirebon selama ini hampir tidak ada yang melanjutkan ke UIN Jakarta. Selain kurangnya informasi, para pelajar juga lebih memilih perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama terdekat, seperti IAIN Cirebon, UIN Bandung atau IAIN Pekalongan, Jawa Tengah.

Oleh karena itu, ujanya, di masa mendatang diharapkan akan ada lebih banyak lulusan SMA PUI yang melanjutkan ke UIN Jakarta.

Sementara  itu, Feni Arifiani menjelaskan, UIN Jakarta merupakan salah satu perguruan tinggi Islam negeri ternama di Indonesia dan bahkan di tingkat internasional. UIN Jakarta memiliki 12 fakultas, termasuk pascasarjana, dengan 58 program studi, baik yang bersifat keagamaan maupun umum.

Seleksi masuk UIN Jakarta dilakukan melalui sedikitnhya lima jalur, yakni SPMB Mandiri, SBMPTN, SNMPTN, SPAN PTKIN, dan UM PTKIN. Di luar jalur masuk tersebut, juga terdapat penerimaan mahasiswa baru melalui jalur beasiswa kerja sama dengan pemerintah daerah.

Adapun biaya perkuliahan, jelas Feni, UIN Jakarta sejak tahun lalu telah menerapkan sistem uang kuliah tunggal (UKT), yaitu sistem pembayaran yang adil dan proporsional antara mahasiswa mampu dan kurang mampu.

“Sistem UKT itu cukup adil dan terbilang murah. Mahasiswa yang kurang mampu saja cuma bayar SPP Rp 400 ribu per semesternya,” katanya.

Seusai memperolah informasi, para pelajar dan guru kemudian mengadakan foto bersama. Sejumlah sudut gedung tak luput dari kegiatan foto bersama tersebut, seperti di depan Auditorium, di depan Gedung Rektorat, dan taman kampus. (ns)