Ratusan Mahasantri Ma’had Aly Ikuti Kuliah Umum Perdana

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Muhammad Nurdin

Auditorium, BERITA UIN OnlineSekitar 800 mahasantri Ma’had Aly UIN Jakarta mengikuti kuliah umum bertema  “Al-Qur’an sebagai Inspirasi Kemajuan Bangsa” di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Sabtu (17/09).

“Kuliah umum  ini merupakan kuliah  perdana, dan akan menjadi program rutin kita setiap semester,“ kata Kepala Bagian Kemahasiswaan Drs Dja’far Sanusi saat membuka acara. Turut hadir buru besar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang sekaligus Kyai Ma’had Prof Dr Rifa’t Syauqi, para musyrif (pembina) dan staf asrama putra/putri.

Menurut Ja’far, kuliah ini merupakan program yang dikhususkan untuk mahasantri dan warga arama di UIN Jakarta selama satu semester namun tidak masuk ke dalam SKS. “Kalian harus bersyukur, sebab tidak semua mahasiswa dapat pembinaaan khusus seperti ini,“ katanya.

Lebih lanjut, Ja’far menegaskan, tujuan kuliah umum ini adalah untuk memberikan wawasan keislaman dan kebangsaan agar para mahasiswa dapat meluruskan pemahaman-pemahaman yang keliru ditengah-tengah masyarakat bahkan mahasiswa dapat berkontribusi atau memberikan ide-ide yang jenius kepada masyarakat.

Perlu diketahui, bahwa mahasantri yang berdomisi di Ma’had adalah mahasiswa UIN Jakarta dari berbagai jurusan yang terjaring melalui beasiswa BUMN PT Angkasa Pura II dan program beasiswa Bidik Misi tahun 2011 Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional (Ditjen Dikti Kemendiknas).

Beasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi mahasiswa, khususnya mereka yang menghadapi kendala ekonomi lemah, meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi rakyat Indonesia yang berpotensi akademik tinggi dan kurang mampu secara ekonomi serta berprestasi, baik di bidang akademik/kurikuler, ko-kurikuler maupun  ekstrakurikuler.

Sedangkan warga asrama putra maupun putri serta kedokteran merupakan mahasiswa yang dibebani living kost. Mereka tidak hanya berasal dari dalam negeri tapi juga luar negeri, seperti Malaysia, Turki, dan Somalia.