Ratusan Dosen Akan Disertifikasi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone





 

Reporter: Elly Afriani

 

Auditorium Utama, UINJKT Online — Sebanyak 320 dosen UIN Jakarta akan disertifikasi oleh tim asesor yang dibentuk Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (AUK) bersama Pusat Peningkatan dan Jaminan Mutu (PPJM).  Tujuan sertifikasi di antaranya untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme dosen mengajar sesuai amanat UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

 

“Pada tahap pertama ini, sedikitnya ada 108 dosen yang akan disertifikasi pada awal November mendatang,” kata Kepala Bagian Ortala dan Kepegawaian Drs. Sadeli di sela-sela sosialisasi sertifikasi dosen di Auditorium Utama, Selasa (21/10). Hadir Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr Jamhari, Kepala Biro AUK Drs H Hamid Solihin MPd dan Direktur PPJM Dr Ahmad Syahid.

 

Menurut Sadeli, syarat dosen yang akan disertifikasi minimal harus bergelar magister, berpangkat asisten ahli, dan mengabdi lebih dari 15 tahun..

 

Anggota tim asesor dosen Departemen Agama dan Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Prof Dr Dede Rosyada yang bertindak sebagai narasumber mengatakan, sertifikasi dosen merupakan salah satu cara menjadikan dosen sebagai tenaga profesional. Dengan meningkatknya kualitas dosen diharapkan pula akan meningkatkan mutu pendidikan nasional. “Dosen sebagai pengajar didorong untuk memiliki paradigma layanan sehingga bisa menghasilkan layanan yang excellent,” kata Dede.

 

Dalam praktik, dosen yang akan disertifikasi akan diases oleh sekurangnya dua profesor ahli sesuai keahlian atau bidang mata kuliah yang diasuh dosen bersangkutan. Kedua asesor tesrebut berasal dari luar UIN Jakarta sehingga diperoleh penilaian yang obyektif.

 

Sertifikasi mengharuskan dosen untuk menyusun portofolio tentang apa yang sudah dilakukan dan apa dampaknya bagi mahasiswa. Sebagai contoh, apakah dosen telah melakukan perbaikan silabus sehingga membantu mahasiswa menguasai mata kuliahnya? Apakah dosen menerbitkan tulisan yang dibaca oleh mahasiswa? Selain itu, dosen juga diminta mendeskripsikan jurusannya dan kontribusi apa yang telah diberikan.

 

Sebelumnya, Biro AUK mengadakan workshop untuk menyamakan persepsi bagi calon tim asesor yang akan mensertifikasi dosen. Workshop yang berlangsung di ruang diorama pada 17 Oktober lalu itu dihadiri oleh sejumlah guru besar sebagai calon tim asesor. Sementara bertindak selaku narasumber Dekan FITK Prof Dr Dede Rosyada dan Prof Dr Djoko Kustono dari Tim Sertifikasi Dosen Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.*

 

Ratusan Dosen Akan Disertifikasi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone





 

Reporter: Elly Afriani

 

Auditorium Utama, UINJKT Online — Sebanyak 320 dosen UIN Jakarta akan disertifikasi oleh tim asesor yang dibentuk Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (AUK) bersama Pusat Peningkatan dan Jaminan Mutu (PPJM).  Tujuan sertifikasi di antaranya untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme dosen mengajar sesuai amanat UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

 

“Pada tahap pertama ini, sedikitnya ada 108 dosen yang akan disertifikasi pada awal November mendatang,” kata Kepala Bagian Ortala dan Kepegawaian Drs. Sadeli di sela-sela sosialisasi sertifikasi dosen di Auditorium Utama, Selasa (21/10). Hadir Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr Jamhari, Kepala Biro AUK Drs H Hamid Solihin MPd dan Direktur PPJM Dr Ahmad Syahid.

 

Menurut Sadeli, syarat dosen yang akan disertifikasi minimal harus bergelar magister, berpangkat asisten ahli, dan mengabdi lebih dari 15 tahun..

 

Anggota tim asesor dosen Departemen Agama dan Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Prof Dr Dede Rosyada yang bertindak sebagai narasumber mengatakan, sertifikasi dosen merupakan salah satu cara menjadikan dosen sebagai tenaga profesional. Dengan meningkatknya kualitas dosen diharapkan pula akan meningkatkan mutu pendidikan nasional. “Dosen sebagai pengajar didorong untuk memiliki paradigma layanan sehingga bisa menghasilkan layanan yang excellent,” kata Dede.

 

Dalam praktik, dosen yang akan disertifikasi akan diases oleh sekurangnya dua profesor ahli sesuai keahlian atau bidang mata kuliah yang diasuh dosen bersangkutan. Kedua asesor tesrebut berasal dari luar UIN Jakarta sehingga diperoleh penilaian yang obyektif.

 

Sertifikasi mengharuskan dosen untuk menyusun portofolio tentang apa yang sudah dilakukan dan apa dampaknya bagi mahasiswa. Sebagai contoh, apakah dosen telah melakukan perbaikan silabus sehingga membantu mahasiswa menguasai mata kuliahnya? Apakah dosen menerbitkan tulisan yang dibaca oleh mahasiswa? Selain itu, dosen juga diminta mendeskripsikan jurusannya dan kontribusi apa yang telah diberikan.

 

Sebelumnya, Biro AUK mengadakan workshop untuk menyamakan persepsi bagi calon tim asesor yang akan mensertifikasi dosen. Workshop yang berlangsung di ruang diorama pada 17 Oktober lalu itu dihadiri oleh sejumlah guru besar sebagai calon tim asesor. Sementara bertindak selaku narasumber Dekan FITK Prof Dr Dede Rosyada dan Prof Dr Djoko Kustono dari Tim Sertifikasi Dosen Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.*