Bandung, BERITA UIN Online— Perguruan tinggi perlu menseriusi peningkatan jumlah dan kualitas jurnal maupun publikasi artikel dosen-peneliti yang terindeks Scopus dalam meningkatkan ranking universitas. Jumlah publikasi terindeks menjadi salah satu variabel penting yang diukur berbagai lembaga pemeringkatan dunia.

Demikian disampaikan Ketua Satuan Penjaminan Mutu Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Pepen Arifin, saat menjadi narasumber diskusi Penguatan QS Ranking dalam rangkaian Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) UIN Jakarta 2018. Menurutnya, keberadaan jurnal dan publikasi artikel dosen pada jurnal ilmiah terindeks Scopus menjadi faktor penting pengukuran ranking universitas.

Dalam QS World University Rankings contohnya, jurnal dan artikel terindeks Scopus menjadi salah satu indikator yang diperhatikan betul. “Jadi jurnal dan artikel harus diindeks. Kalau sudah diindeks Scopus, misanya, QS Ranking akan tinggal masuk dan langsung melakukan pengukuran,” katanya.

Berkaca pada pengalaman ITB, tambahnya, peningkatan jumlah jurnal dan artikel terindeks Scopus dilakukan dengan mendorong mahasiswa tingkat magister dan doktoral maupun para dosen dan peneliti melakukan publikasi artikelnya di jurnal terindeks Scopus. Lainnya, mendorong mereka mengikuti konferensi internasional yang mengindeks prosidingnya.

“Alhamdulillah, ITB mampu mempublikasikan artikel terindeks Scopus sebanyak 400-an artikel. Begitu juga prosiding terindeks, kami hingga kini mampu menerbitkan 600-800 artikel prosiding terindeks,” paparnya.

Dengan berbagai capaian tersebut maupun pemenuhan aspek-aspek lain yang dipersyaratkan, ITB kini menempati QS World Ranking ke-331 per 2017. Selain QS Ranking, ITB juga menempati ranking signifikan yang dikeluarkan berbagai lembaga pemeringkatan dunia.

Peningkatan peringkat sendiri, sambungnya, membutuhkan kerja keras di semua lini sivitas akademi universitas. Pasalnya, peta pemeringkatan diantara perguruan tinggi sendiri sudah sangat ketat sehingga membutuhkan kerja keras sivitas akademi yang solid dan luar biasa.

Di tempat sama, Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu UIN Jakarta Kusmana Ph.D menjelaskan, UIN Jakarta sendiri sudah mulai mengejar peningkatan artikel terindeks dengan mendorong jumlah publikasi artikel di jurnal terindeks. Lainnya, UIN Jakarta meningkatkan jumlah publikasi prosiding terindeks melalui penyelenggaraan konferensi internasional.

Sepanjang tahun 2017, terangnya, UIN Jakarta menggelar 12 konferensi internasional. Konferensi ini menghasilkan rata-rata 50 paper yang dipublikasikan dalam prosiding terindeks sehingga tercapai jumlah 600-an artikel prosiding terindeks sepanjang 2017. “Mengikut pada cara ini, UIN Jakarta sebetulnya sudah dalam on the right track dalam mengejar hal itu,” paparnya. (farah nh/yuni nk/zm)