Lapangan SC, BERITA UIN Online— Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) RANITA UIN Jakarta menggelar aksi peduli masyarakat terdampak bencana menyusul terjadinya bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bali, Kabupaten Pacitan, dan dan DI Yogyakarta. Selain memfasilitasi program donasi publik, Unit Kegiatan Mahasiswa UIN Jakarta ini menerjunkan sejumlah relawan ke masing-masing daerah bencana.

Demikian rilis RANITA UIN Jakarta yang diakses BERITA UIN Online, Selasa (5/12/2017). “Menanggapi kejadian bencana, KMPLHK RANITA UIN Jakarta mendirikan pos peduli bencana dan mendelegasikan anggotanya untuk merespon bencana,” ujar Ketua Umum KMPLHK RANITA UIN Jakarta, Ahmad Barqu Syudjai.

Posko Peduli Bencana dibuka RANITA UIN Jakarta sebagai pusat data dan informasi bencana sekaligus pusat penyerahan bantuan publik. Posko sendiri dibuka di Taman Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Sedang pengiriman delegasi, RANITA mengirim enam relawan ke tiga daerah bencana.

Bagi publik yang ingin berdonasi bagi warga terdampak bencana RANITA UIN Jakarta membuka dua rekening donasi. Donasi bisa dikirimkan melalui rekening BNI 4370-77818-8 a.n. Hesty Adreany dan rekening Bank MANDIRI 900-00-2165381-2 a.n. Moch. Ubaidi Abdillah.

Diketahui, dalam sepekan terakhir bencana letusan gunung berapi dan banjir terjadi di Bali, Pacitan, dan Yogyakarta. Selain korban mengungsi dan meninggal dunia, bencana juga menyebabkan kerugian material dan psikologis bagi warga terdampak.

Hingga akhir pekan lalu, erupsi letusan gunung Agung Bali memaksa 43.358 jiwa mengungsi ke 229 titik pengungsian. Di saat yang sama, banjir juga melanda Pacitan dan Yogyakarta.

Banjir Pacitan menyebabkan 1876 warga harus mengungsi dan 20 orang meninggal dunia dimana 14 orang meninggal akibat banjir  dan 6 orang meninggal akibat longsor. Dari 20 korban, baru 11 korban berhasil ditemukan.

Di Yogyakarta, banjir akibat luapan sungai Winingo menyebabkan warga di enam titik pinggiran sungai terpaksa mengungsi. Besarnya luapan menyebabkan sejumlah rumah tertimbun dan 7 orang meninggal dunia. (farah nh/yuni nk/zm)