Ranita UIN Jakarta Buka Posko Peduli Gempa Aceh

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
WhatsApp Image 2016-12-09 at 10.23.19

KMPLHK Ranita UIN Jakarta membuka Posko Peduli Gempa Aceh bertempat di Pertigaan Taman Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Kamis (8/12/2016)

Gedung Rektorat, Berita UIN Online– Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan Kembara Insani Ibnu Battutah (KMPLHK Ranita) UIN Jakarta membuka Posko Peduli Gempa Aceh bertempat di Pertigaan Taman Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan,

“Posko dibuat sebagai pusat informasi dan pusat penyaluran bantuan dari sivitas akademik UIN Jakarta ataupun bantuan dari lembaga lain,” ujar Staf Bidang Penelitian dan Pengembangan Ranita Lina Sobariyah Arifin di gedung rektorat sesaat sebelum menyampaikan laporan kepada Rektor UIN Jakarta, Kamis (8/12/2016).

Dalam posko tersebut, lanjutnya, terdapat papan informasi mengenai info terkini perkembangan gempa Aceh, baik jumlah korban maupun kerusakan yang terjadi.

“Kegiatan yang kami lakukan adalah fundrising di Kampus UIN Jakarta dengan target semua sivitas akademik UIN Jakarta. Sampai hari ini, dana yang sudah terkumpul adalah Rp     6,192,500 (Enam Juta Seratus Sembilan Puluh Dua Ribu Lima Ratus Rupiah) dan baju layak pakai,” imbuh alumni Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuludin yang baru diwisuda pada 27 November lalu itu.

Bantuan berupa uang, lanjut Lina, nanti akan disalurkan secara langsung dengan mengirim anggota Ranita ke lokasi gempa.

Berdasarkan info dari masyarakat di sana, Lina menyampaikan, yang dibutuhkan saat ini adalah tempat ibadah, toilet, handuk, obat-obatan, tenda medis, gudang makanan, perlengkapan sanitasi wanita, pembalut, odol, sikat gigi, air bersih, selimut, perlengkapan bayi, kelambu dan tenda dapur.

Dijelaskannya, berdasarkan surat pernyataan tanggap darurat nomor 39/PER/2016 yang ditandatangani oleh Plt Gubernur Aceh tertanggal 7 Desember 2016 M/7 Rabiul Awal 1438 H, menyatakan bahwa status keadaan darurat berlaku selama 14 hari, sejak 7 sampai 20 Desember 2016.

“Maka dari itu, KMPLHK Ranita mengajak semua rekan-rekan untuk berperan aktif dan bergabung dalam Peduli Gempa Aceh dengan bantuan berupa moril dan materil sangat dibutuhkan untuk meringankan beban saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tandas Lina.

Selain itu,sambungnya,Ranita juga sudah menyusunrencana strategis yang akan dilakukan pasca bencana, yaitu recovery yang merupakan tahap pemulihan dengan tindakan trauma healing untuk meminimalisir trauma yang dialami anak-anak akibat bencana tersebut, kemudian dilanjutkan dengan tahap rekonstruksi dan renovasi beberapa fasilitas umum, seperti masjid dan sekolah yang rusak.

Dilansir dari tempo.co, telah terjadi gempa bumi di Aceh tepatnya di Kab Pidie Jaya pada Rabu (7/12/2016). Gempa susulan terjadi sebanyak 319 kali dan terakhir gempa susulan terjadi pada pagi hari ini pukul 07.00 WIB (update pukul 12:11 WIB, Kamis, 8/12/2016) yang tercatat di Stasiun Geofisika Mata Ie, Aceh Besar.

Sampai saat ini, menurut data dari BPBD Aceh terdapat 102 orang meninggal dunia, 136 luka berat, 616 luka ringan, dan 1 orang masih belum diketemukan. (mf)