Ranita Tanam 200 Pohon Salam

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Apristia Krisna Dewi

Kampus I, BERITA UIN Online Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) Ranita UIN Jakarta menggelar “Aksi Nyata Penghijauan Kampus, Penanaman 200 Pohon Salam di kampus UIN Jakarta”, Selasa (1/3).

“Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap penghijauan kampus dengan menanam 200 buah Pohon Salam yang dihibahkan oleh aktivis lingkungan Suwandi melalui Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) UIN Jakarta,” kata Ketua Panitia Rina Dwihana Fitriani kepada BERITA UIN Online, Selasa (1/3) .

Kegiatan tersebut  dibuka oleh Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat di Aula Student Center. Hadir pula mantan Pembantu Rektor (Purek) Bidang Kemahasiswaan, Prof Dr Ahmad Thib Raya, Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan periode 2010-2014 yang baru saja dilantik, Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, Sekretaris Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Dr Yayan Sofyan, pakar  pupuk kompos UIN, dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN, Dr Elpawati, serta  Suwandi.

Seusai memberikan pidato pembukaan, rektor menyempatkan diri untuk menanam pohon Salam di halaman depan Aula Student Centre. Kemudian dilanjutkanl penanaman pohon oleh Prof Dr Ahmad Thib Raya, Dr Sudarnoto Abdul Hakim, Dr Yayan Sofyan, Suwandi, dan para mahasiswa yang tergabung sebagai relawan.

Semula, lokasi pelaksanaan  penanaman pohon direncanakan tersebar di lima titik, yaitu Perpustakaan Utama, Gedung baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Ma’had Aliy, serta Gedung Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Kementrian Agama. (Kemenag) Namun, karena terbentur masalah perizinan, akhirnya hanya terlaksana di tiga  lokasi yakni Perpustakaan Utama, Gedung FKIK, dan Ma’had Aly.

Selain menanam pohon, acara juga diramaikan dengan lepas sambut antara Purek Kemahasiswaan yang lama Prof Dr Ahmad Thib Raya  dan yang baru Dr Sudarnoto Abdul Hakim, serta pelatihan pengolahan sampah menjadi pupuk kompos oleh Dr Elpawati.[]