Rakerpim 2016 Resmi Dibuka

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Rektor Prof. Dr. Dede Rosyada MA membuka secara resmi Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) UIN Jakarta tahun 2016 di Auditorium Utama, Rabu (10/02). Rapat kerja yang direncanakan berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (10-11 Februari).

Rektor Prof. Dr. Dede Rosyada MA membuka secara resmi Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) UIN Jakarta tahun 2016 di Auditorium Utama, Rabu (10/02). Rapat kerja yang direncanakan berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (10-11 Februari).

Auditorium Utama, BERITA UIN Online— Rektor Prof. Dr. Dede Rosyada MA membuka secara resmi Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) UIN Jakarta tahun 2016 di Auditorium Utama, Rabu (10/02). Rapat kerja yang direncanakan berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (10-11 Februari), dan bertema Penguatan Kapasitas UIN Jakarta Menjadi Universitas Riset dihadiri seluruh unsur pimpinan rektorat, fakultas, dan lembaga.

Dalam sambutannya, rektor mengungkapkan, Rakerpim mengagendakan singkronisasi kebijakan di seluruh unit UIN Jakarta. Selain itu, Rakerpim juga diharapkan memunculkan ide-ide baru bagi pengembangan UIN Jakarta di tahun berjalan dan mendatang. “Baik untuk kepentingan implementasi kebijakan di 2016, maupun penyusunan rencana di tahun 2017,” paparnya.

Terkait Rakerpim, rektor menyampaikan tiga isu utama yang perlu diperhatikan sivitas akademi UIN Jakarta. Salahsatunya, mendorong transformasi UIN Jakarta dari universitas berbasis pengajaran (teaching university) menjadi universitas berbasis riset (research university). Research University penting dikejar guna menempatkan UIN Jakarta sebagai universitas yang direkognisi dunia, baik pada sisi akademik, dosen, maupun kualitas lulusan.

Terkait isu ini, Rektor mengungkapkan, UIN Jakarta mulai tahun anggaran 2016 mengalokasikan dana riset hampir Rp 30 miliar, naik 100% dibanding nominal dana riset sebelumnya. Dana yang bersumber dari BOPTN maupun anggaran BLU tersebut akan dialokasikan melalui berbagai skema riset nasional-internasional di bawah arahan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Targetnya, riset bisa memunculkan artikel ilmiah dosen UIN Jakarta di jurnal internasional berakreditasi maupun beroleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Isu lain yang harus disadari pimpinan dan staf terkait Rakerpim adalah keinginan UIN Jakarta mencapai posisi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) dari Posisi Perguruan Tinggi Badan Layanan Umum (PT BLU). PTN BH yang meniscayakan otonomi kampus penting dikejar guna mendukung ikhtiar UIN dalam mengembangkan aspek akademik dan kelembagaan ke depan.

“Dengan PTN BH, universitas memiliki otonomi khusus yang memungkinkan pengembangan akademik secara luas, seperti pembukaan fakultas atau prodi-prodi baru,” paparnya.

Isu lain yang perlu menjadi kesadaran bersama sivitas UIN Jakarta adalah menampilkan wajah UIN Jakarta sebagai perguruan tinggi keislaman dan keindonesian yang modern. Salah satunya, dengan merevitalisasi fungsi halaman online (website), baik di tingkat universitas maupun fakultas, jurusan, dan lembaga. Halaman online menjadi penting sebagai teras bagi masyarakat dalam mengakses informasi akademik UIN Jakarta. (sf/njs/lrf)