Rajut Keakraban, PLKI Gelar International Cultural Day

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
WhatsApp Image 2016-12-01 at 09.12.13

Mahasiswa asing UIN Jakarta merajut keakraban dalam kegiatan International Cultural Day, Selasa-Kamis (29/11-1/12/2016) di Cisarua Bogor.

Cisarua, Bogor, Berita UIN Online– Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) UIN Jakarta menggelar acara International Cultural Day untuk mahasiswa asing baru UIN Jakarta tahun akademik 2015/2016 pada 29 Nopember-1 Desember 2016 di Wisma Bhakti Pertiwi Kementerian Pertahanan RI Cisarua Bogor.

Acara yang diikuti sekira 30 mahasiswa tersebut di samping untuk lebih mempererat silaturahim dan merajut keakraban di antara mahasiswa asing, juga dimaksudkan untuk memberikan hiburan kepada mereka setelah pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) di fakultas masing-masing.

“Seharusnya ini kita adakan di awal perkuliahan, namun baru bisa terlaksana sekarang dengan pertimbangan agar mereka mendapatkan hiburan dan liburan setelah selesai pelaksanaan UTS,” ujar Kepala PLKI Rachmat Baihaky MA di sela-sela pelaksanaan kegiatan, pada Rabu (30/11/2016).

Selain itu, lanjutnya, setelah satu semester ini kita juga ingin mengetahui perkembangan perkuliahan mereka di fakultas masing-masing. Mereka kita berikan kesempatan untuk mencurahkan isi hatinya masing-masing terkait masalah apa saja yang mereka hadapi.

“Di antara mereka masih terkendala dengan bahasa Indonesia, terutama mahasiswa dari Gambia, Maroko, Yaman dan Afghanistan, sedangkan dari negara lainnya, seperti Malaysia, Timor Leste dan Thailand tidak ada kendala, karena mereka masih satu rumpun,” imbuh Baihaky.

Ditambahkannya, untuk mahasiswa yang dari Brasil dan Mesir, karena mereka sudah beberapa tahun tinggal di Indonesia, mereka tidak mengalami kendala bahasa. Sementara mahasiswa asal Kanada hanya terkendala dengan bahasa Arab saja. Pasalnya, dia kuliah di Fakultas Dirasat Islamiyah.

“Untuk penguatan bahasa Arab, mahasiswa asing kita jadwalkan setiap hari untuk belajar dengan mahasiswa asal Mesir Mohammad Ahmad yang sudah bagus bahasa Indonesianya,” tandas Baihaky.

Sedangkan yang masih terkendala dengan bahasa Indonesia, Baihaky mengungkapkan, sembilan bulan sebelum perkuliahan, mereka sudah dibekali dengan kursus Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa Asing (BIMA) sampai Level Advance di Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Jakarta secara gratis.

“Mungkin karena bahasa Indonesia di perkuliahan berbeda, sehingga mereka perlu beradaptasi terlebih dahulu, tapi ada juga di antara mereka yang sudah lumayan fasih dan lancar berbahasa Indonesia,” ungkapnya.

Dari pemantauan Berita UIN Online di lokasi, para mahasiswa asing juga diajak untuk melaksanakan sholat berjamaah dengan imam, muazin dan pemberi ceramah yang terjadwal, senam pagi dan mengikuti beberapa permainan yang diadakan panitia.

Selain itu, mereka juga dipandu untuk dapat menyanyikan lagu Hymne UIN Jakarta dengan benar, memperkenalkan diri masing-masing dan memberikan kesan selama beberapa bulan kuliah di UIN Jakarta.

Terlihat pancaran kegembiraan dari wajah mereka yang begitu menikmati kegiatan tersebut dengan fasilitas villa yang luas dan asri serta dilengkapi dengan kolam renang, lapangan tenis, lapangan bola, lapangan sepak takraw yang dikelilingi pegunungan di sekitarnya.

“Tadinya saya tidak mau ikut karena pasti membosankan, ternyata saya malah justeru ingin berlama-lama ria di sini,” ujar Umamah Ibrahim mahasiswa Program Magister FDI asal Thailand. (mf)