Quraish Shihab: Ramadhan Wahana Memperbaiki Diri

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium, UIN Online – Pakar tafsir Prof Dr Quraish Shihab mengingatkan tentang datangnya bulan suci Ramadhan. Pada bulan tersebut, ia berharap dapat dijadikan wahana untuk memperbaiki diri dan mengambil bekal untuk kehidupan akhirat.

Hal itu dikatakan Quraish Shihab dalam ceramah menyambut Ramadhan 1431 H di Auditorium Prof Dr Harun Nsatution, Kamis (5/8). Turut hadir Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat, para pinisepuh serta sejumlah guru besar UIN Jakarta.

“Sesuai makna marhaban, Ramadhan ibarat tamu yang memiliki keluasan atau kelapangan. Selain itu juga tempat untuk memperbaiki diri dan sekaligus bekal memperoleh ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ia menyatakan bahwa dalam Ramadhan setiap umat beriman dituntut agar bertakwa. Namun, takwa bukanlah tujuan final dari orang yang berpuasa. Tujuan final Ramadhan adalah selalu bersyukur kepada Allah, sementara takwa tak lain sebagai tujuan antara.

“Pada ayat selanjutnya diterangkan bahwa selain bertakwa, juga terdapat orang yang diberi petunjuk agar kamu bersyukur,” jelas mantan Rektor IAIN Jakarta tersebut seraya mengutip surat al-Baqarah ayat 183-185.

Quraish Shihab: Ramadhan Wahana Memperbaiki Diri

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium, UIN Online – Pakar tafsir Prof Dr Quraish Shihab mengingatkan tentang datangnya bulan suci Ramadhan. Pada bulan tersebut, ia berharap dapat dijadikan wahana untuk memperbaiki diri dan mengambil bekal untuk kehidupan akhirat.

Hal itu dikatakan Quraish Shihab dalam ceramah menyambut Ramadhan 1431 H di Auditorium Prof Dr Harun Nsatution, Kamis (5/8). Turut hadir Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat, para pinisepuh serta sejumlah guru besar UIN Jakarta.

“Sesuai makna marhaban, Ramadhan ibarat tamu yang memiliki keluasan atau kelapangan. Selain itu juga tempat untuk memperbaiki diri dan sekaligus bekal memperoleh ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ia menyatakan bahwa dalam Ramadhan setiap umat beriman dituntut agar bertakwa. Namun, takwa bukanlah tujuan final dari orang yang berpuasa. Tujuan final Ramadhan adalah selalu bersyukur kepada Allah, sementara takwa tak lain sebagai tujuan antara.

“Pada ayat selanjutnya diterangkan bahwa selain bertakwa, juga terdapat orang yang diberi petunjuk agar kamu bersyukur,” jelas mantan Rektor IAIN Jakarta tersebut seraya mengutip surat al-Baqarah ayat 183-185.