Aula FISIP, Berita UIN Online – Tongkat komando Resimen Mahasiswa (Menwa) satuan Whiradharma UIN Jakarta kembali mengalami pergantian. Tongkat estafet diberikan M. Sirojuddin Athar kepada komandan terpilih periode 2018-2019, Puteri Tonisa di Aula FISIP, Kampus 2 UIN Jakarta, Sabtu (21/4).

Komandan terpilih masa bhakti 2018 hingga 2019, Puteri Tonisa merasa terkejut ketika dirinya mendapatkan mandat untuk memimpin Menwa satuan Whiradharma UIN Jakarta. Hal ini menjadikan drinya sebagai satu-satunya perempuan yang berhasil menjadi komandan Menwa sejak awal berdiri pada tahun 1966.

“Kesan saya setelah terpilih menjadi komandan disini, saya nggak nyangka sebenarnya soalnya selama ini di UIN belum ada sejarahnya komandan perempuan,” kata Puteri.

Menurutnya, para alumi maupun senior berani mengambil resiko untuk memilih komandan Menwa dari kaum perempuan yang identik dengan militer. Namun hal tersebut merupakan suatu penghargaan karena para senior maupun alumni memiliki harapan besar yang hanya bisa dijawab dengan prestasi.

“Saya merasa bahwa senior itu punya harapan besar ke saya jadi saya harus bisa mengembangkan Menwa lebih baik lagi ke depannya. Kita memang tentara namun memiliki inteligensi mahasiswa yang bisa kritis,” papar Puteri.

Disisi lain, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Yusron Razak berharap, pimpinan yang baru bisa membangun sinergitas dari berbagi komponen yang ada di UIN Jakarta untuk pengembangan kegiatan mahasiswa yang mendukung visi UIN Jakarta. Sebagaimana kita ketahui visi UIN saat ini ialah Transforming Into World Class University.

“Jadi semua komponen lembaga kemahasiswaan yang ada di UIN ini diharapkan bisa bersama-sama untuk mendukung itu karena kita juga ingin mendapatkan pengakuan dari dunia internasional,” ungkap Yusron.

Untuk itu, lanjut Yusron, Menwa bisa menjadi leader untuk mencapai itu bersama dengaan ukm lain. Hal ini tentu bisa dilakukan karena Menwa memiliki tingkat disiplin yang sangat tinggi selain wawasan akan kebangsaan dan cinta tanah air.

“Menwa punya disiplin yang tinggi jadi sudah terbiasa dengan itu dan punya bekal kuat untuk menjadi leader. Selain itu mereka sudah memiliki wawasan kebangsaan yang teruji jadi bisa dibilang kelompok yang indepen dan cinta bangsa,” pungkas Yusron. (lrf/aw)

Share This