Pustakawan UIN Jakarta Ulfah Andayani, Juara I Pustakawan Berprestasi Tingkat Nasional

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Perpustakaan Utama, BERITA UIN Online–Selain sejumah dosen dan mahasiswa, kini Pustakawan UIN Jakarta, Ulfah Andayani SAg SS MHum, turut mengharumkan nama UIN Jakarta. Tepat pada 19 Agustus 2013 lalu,  ibu  tiga anak ini ditetapkan sebagai Juara I Pustakawan Berprestasi Tingkat Nasional di Kantor Perpustkaan Nasional.

Ulfah mengalahkan 25 pustakawan lain dari 25 provinsi yang ikut kompetisi. Ia sendiri mewakili Provinsi Banten. “Sebelum semua perwakilan maju di tingkat nasional, setiap peserta harus menjadi terbaik di provinsinya. Saya waktu itu mewakili Provinsi Banten, karena secara geografis UIN Jakarta berada di Banten,” ujar Ulfah di Kantor Perpustakaan Utama, Rabu (21/8/2013).

Sebelum ikut kompetisi di tingkat nasional, Ulfah telah dinobatkan sebagai Juara I Tingkat Provinsi Banten. Ketika itu ia mampu menyisihkan 14 pustakawan lain. “Ada 15 pustakawan yang ikut kompetisi di tingkat provinsi. Selain dari Untirta, ada juga yang berasal dari perpustakaan sekolah maupun dari perpustakaan pemerintah daerah,” tuturnya.

Untuk mengikuti kompetisi pustakawan berprestasi, setiap peserta wajib membuat makalah yang mengulas hal-hal yang terkait dengan keperpustakaan dan kepustakawanan. “Ada tes kognitif yang mencakup wawasan peserta tentang Ilmu Perpustakaan dan hal-hal teknis lainnya. Tes wawancara tentang wawasan Keperpustakaan dan ke-Banten-an. Kita juga harus mempresentasikan makalah  di depan para juri,” imbuhnya.

Sedangkan di tingkat nasional, tes atau seleksinya hampir sama. “Tapi, di sini pembuatan makalah dilakukan di tempat seleksi. Ada tiga judul yang bisa dipilih, yaitu Masyarakat Informasi, Organisasi Profesi dan Profesi Pustakawan. Saya dapat undian yang terakhir,” tambah Ulfah.

Atas prestasi tersebut, Ulfah mendapat beragam penghargaan baik di tingkat provinsi maupun tingkat nasional. “Di tingkat nasional, saya mendapat piala, sertifikat, dan uang sebesar Rp 12 juta dipotong pajak,” terang Ulfah.

Dengan prestasi dan apresiasi itu, tentunya Ulfah gembira dan bangga. Bahkan, ia pun tak mengira dapat meraih juara bergengsi itu. Tapi, katanya, “Ini adalah prestasi bersama. Saya ingin profesi pustakawan dihargai selayaknya oleh masyarakat,” harap dia.

Sebelum dikukuhkan sebagai juara I, dua hari sebelumnya, ia bersama para juara I lain dari beragam profesi diundang Presiden SBY ke Istana Negara. “Semua juara I dari berbagai profesi di undang ke Istana ketemu Pak SBY dan Wapres Boediono. Ada juga guru teladan, dokter teladan dan bermacam profesi lain,” terang istri Agus Rifai, yang juga Kepala Perpustakaan Fakultas Ushuluddin. ( D antariksa/Saifudin)