Puskom Terbitkan Kartu Cerdas Mahasiswa

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Elly Afriani

Gedung Puskom, UIN OnlineTerhitung mulai tahun akademik 2010/2011 UIN Jakarta secara resmi mengganti Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dari semula bekerja sama dengan suatu bank ke smartcard yang terintegrasi ke berbagai layanan kampus. Hal itu ditegaskan Kepala Pusat Komputer (Puskom) dan Sistem Informasi Dr Husni Teja di kantor Puskom, lantai dasar Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Jumat (24/9).

Menurut Husni, kebijakan itu diambil setelah melalui evaluasi terhadap kebijakan sebelumnya. “Banyak mahasiswa yang mengeluh lamanya proses pembuatan KTM yang selama ini bekerja sama dengan bank. Selama ini butuh satu semester untuk mahasiswa mendapatkan KTM. Ada juga yang tidak mendapatkan, padahal telah menyelesaikan proses administrasi, dan untuk itu butuh waktu yang tidak sebentar untuk mencetak ulang,” jelas Husni.

Namun, dengan Smartcardyang dibuat sendiri oleh universitas, tidak perlu waktu lama untuk mahasiswa mendapatkannya. Sejak awal masuk perkuliahan, mahasiswa baru sudah bisa mendapatkannya. Sebenarnya, tambah Husni, pihaknya ingin menerapkan pembuatan Smartcardsehari jadi. Maksudnya, saat mahasiswa mendaftar ulang, saat itu juga mahasiswa baru tersebut bisa langsung memiliki smartcard. Tapi saat itu, kartu yang digunakan sebagai bahan baku, telat sampai ke pihaknya.

Hal lain yang melatari penggantian KTM ke smartcard adalah selama ini KTM hanya digunakan mahasiswa sebagai kartu identitas dan kepemilikan rekening untuk pembayaran biaya kuliah, sementara untuk keperluan di perpustakaan dan di Rumah Sakit harus ada kartu tersendiri.

Kini, dengan menggunakan smartcard, mahasiswa tidak perlu banyak kartu untuk mendapatkan pelayanan dari universitas, perpustakaan maupun rumah sakit. Pasalnya, kartu cerdas ini multifungsi. Bisa digunakan untuk ketiga keperluan tersebut. Perpustakaan dan rumah sakit tidak lagi mngeluarkan kartu secara terpisah.

Meski memiliki banyak fungsi, satu yang disayangkan smartcard tidak bisa menggantikan fungsi KTM terdahulu sebagai akses untuk bayar semester. Ke depan Puskom mengusahakan agar smartchard ini bisa bekerja sama dengan suatu bank, sehingga bisa juga digunakan saat pembayaran semester.

Husni berharap, pada tahun akademik mendatang, smartcard bisa terintegrasi dengan banyak fungsi. “Akan ada mesin tambahan yang bisa diakses smartcrd. Mesin ini nantinya bisa untuk mencetak surat keterangan mahasiswa, Kartu Hasil Studi (KHS), melegalisir ijazah alumni,” katanya.

Tidak hanya itu, jika bisa direalisasikan, Smartcardjuga bisa digunakan untuk membayar parkir dan makanan di kantin seperti layaknya kartu debit. “Banyak hal yang kita rencanakan ke depan, agar smartcard ini bisa lebih banyak lagi fungsinya. Sehingga, bisa mempermudah berbagai hal,” ujar Husni.

Sejauh ini, Puskom sudah menyerahkan sekitar 4.000 smartcard ke mahasiswa baru. Namun, masih ada sekitar ratusan yang belum diterima mahasiswa karena mahasiswa tersebut terlambat menyerahkan persyaratan yang dibutuhkan.

Dari segi bahan baku, ada perbedaan antara KTM yang lalu dengan smartcard. KTM menggunakan bahan magnetik untuk membaca data yang tersimpan, sedangkan smartcard menggunakan chip. Smartcard menggunakan barcode yang bergunakan identifikasi Nomor Induk Mahasiswa (NIM). NIM mahasiswa sekarang juga bertambah menjadi 13 digit.

Mengenai desain smartcard, Husni menambahkan, Puskom mengajukan beberapa desain, namun desain sekarang yang dipilih. Jika dilihat pada smartcard tidak lagi mencantumkan jurusan mahasiswa yang bersangkutan, hanya mencantumkan fakultas saja. [hanif]