Pusbangsitek dan CCIT UI Kerjasama Siapkan SDM Perbankan Syariah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Ruang Sidang Utama, UIN Online – Meningkatnya permintaan tenaga kerja bidang perbankan syariah dari tahun ke tahun mendorong Pusat Pengembangan Sains dan Teknologi (Pusbansitek) UIN Jakarta dan Center or Computing and Information Technology (CCIT) Universitas Indonesia bekerja sama menyiapkan tenaga andal di bidang tersebut. Kesepakatan kedua lembaga itu diwujudkan dalam bentuk pembukaan Program Profesional Teknologi Informasi Perbankan Syariah (PPTI-PS).

Rencananya program ini mulai dibuka pada tahun akademik 2010/2011 untuk tingkat SMA sederajat. Selain itu, disediakan juga kelas karyawan untuk lulusan Strata Satu (S1) semua jurusan yang berkerja sebagai pegawai Bank Swasta dan Perbankan Syariah. Dalam waktu dekat PPTI-PS akan menjalin kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia Syariah untuk rekrutmen dan training.

Penandatanganan kesepakatan kerja sama pembukaan PPTI-PS antara Pusbansitek UIN dan CCIT UI dihadiri Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat, perwakilan dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Prof Dr Kalamullah Ramli MSc, dan Dekan FTUI Prof Dr Ir Bambang Sugiarto. Acara itu berlangsung di Ruang Sidang Utama, Kamis (10/6).

Dalam sambutan pembukaan, rektor mengatakan rasa bangganya sebagai tuan rumah atas kerja sama tersebut. “Sebagai tuan rumah kami merasa bangga dengan adanya kerja sama ini. Seperti halnya orang yang ingin mengemukakan gagasan, terkadang terhalang oleh beberapa hal. Oleh sebab itu dibutuhkannya kesabaran agar gagasan tersebut dapat terealisir,” kata rektor.

Menurut rektor, hal yang mendasari terciptanya program kerja sama ini adalah berkembangnya kebutuhan akan tenaga perbankan syariah  yang sangat tinggi. Terbukti dengan adanya peningkatan grafik kebutuhan tenaga kerja di tahun 2007 yang hanya mencapai enam ribu orang, sampai tahun 2010 meningkat menjadi empat belas ribu orang. Bahkan untuk 2014 mendatang mencapai empat puluh ribu orang.

Sementara itu, penanggung jawab utama CCIT sekaligus Dekan FTUI, Prof Dr Ir Bambang Sugiarto, sebagai universitas yang bercirikan otak kanan (UI) harus mendapat informasi dan pengetahuan dari universitas yang berciri otak kiri dan tengah. Maka dibentuklah kerja sama yang diharapkan dapat membawa manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pembelajaran PPTI-PS dilakukan di FTUI dan akan berlangsung selama empat semester dengan kompetensi dasar penguasaan ilmu dasar-dasar teknologi informasi dan perbankan syariah. Setelah selesai, peserta didik boleh memilih untuk melanjutkan kuliah program (S1) di bidang yang sama atau bekerja di Perbankan Syariah

Setelah penandatanganan kontrak dilakukan, penyerahan cinderamata berupa baju hitam berkerah ciri khas perbankan syariah diberikan kepada rektor UIN, penanggung jawab utama CCIT FTUI, Pusbansitek UIN dan direktur CCIT. Agenda kerja sama yang berlangsung selama kurang lebih empat puluh lima menit tersebut lebih banyak membahas tentang isi kontrak kerja sama. []  Nuraini Lyna Wulandari

Pusbangsitek dan CCIT UI Kerjasama Siapkan SDM Perbankan Syariah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Ruang Sidang Utama, UIN Online – Meningkatnya permintaan tenaga kerja bidang perbankan syariah dari tahun ke tahun mendorong Pusat Pengembangan Sains dan Teknologi (Pusbansitek) UIN Jakarta dan Center or Computing and Information Technology (CCIT) Universitas Indonesia bekerja sama menyiapkan tenaga andal di bidang tersebut. Kesepakatan kedua lembaga itu diwujudkan dalam bentuk pembukaan Program Profesional Teknologi Informasi Perbankan Syariah (PPTI-PS).

Rencananya program ini mulai dibuka pada tahun akademik 2010/2011 untuk tingkat SMA sederajat. Selain itu, disediakan juga kelas karyawan untuk lulusan Strata Satu (S1) semua jurusan yang berkerja sebagai pegawai Bank Swasta dan Perbankan Syariah. Dalam waktu dekat PPTI-PS akan menjalin kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia Syariah untuk rekrutmen dan training.

Penandatanganan kesepakatan kerja sama pembukaan PPTI-PS antara Pusbansitek UIN dan CCIT UI dihadiri Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat, perwakilan dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Prof Dr Kalamullah Ramli MSc, dan Dekan FTUI Prof Dr Ir Bambang Sugiarto. Acara itu berlangsung di Ruang Sidang Utama, Kamis (10/6).

Dalam sambutan pembukaan, rektor mengatakan rasa bangganya sebagai tuan rumah atas kerja sama tersebut. “Sebagai tuan rumah kami merasa bangga dengan adanya kerja sama ini. Seperti halnya orang yang ingin mengemukakan gagasan, terkadang terhalang oleh beberapa hal. Oleh sebab itu dibutuhkannya kesabaran agar gagasan tersebut dapat terealisir,” kata rektor.

Menurut rektor, hal yang mendasari terciptanya program kerja sama ini adalah berkembangnya kebutuhan akan tenaga perbankan syariah  yang sangat tinggi. Terbukti dengan adanya peningkatan grafik kebutuhan tenaga kerja di tahun 2007 yang hanya mencapai enam ribu orang, sampai tahun 2010 meningkat menjadi empat belas ribu orang. Bahkan untuk 2014 mendatang mencapai empat puluh ribu orang.

Sementara itu, penanggung jawab utama CCIT sekaligus Dekan FTUI, Prof Dr Ir Bambang Sugiarto, sebagai universitas yang bercirikan otak kanan (UI) harus mendapat informasi dan pengetahuan dari universitas yang berciri otak kiri dan tengah. Maka dibentuklah kerja sama yang diharapkan dapat membawa manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pembelajaran PPTI-PS dilakukan di FTUI dan akan berlangsung selama empat semester dengan kompetensi dasar penguasaan ilmu dasar-dasar teknologi informasi dan perbankan syariah. Setelah selesai, peserta didik boleh memilih untuk melanjutkan kuliah program (S1) di bidang yang sama atau bekerja di Perbankan Syariah

Setelah penandatanganan kontrak dilakukan, penyerahan cinderamata berupa baju hitam berkerah ciri khas perbankan syariah diberikan kepada rektor UIN, penanggung jawab utama CCIT FTUI, Pusbansitek UIN dan direktur CCIT. Agenda kerja sama yang berlangsung selama kurang lebih empat puluh lima menit tersebut lebih banyak membahas tentang isi kontrak kerja sama. []  Nuraini Lyna Wulandari