Pusat Riset Psikologi Kuantitatif Terdepan di Indonesia

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Fakultas Psikologi UIN Jakarta kini memiliki gedung Pusat Layanan Psikologi (PLP) di Kampus II Jalan Kertamukti, Pisangan, Ciputat Timur. Gedung tiga lantai yang diresmikan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany pada 19 Mei 2011 itu berdiri di atas lahan seluas 1.080 meter persegi dan luas bangunan 700 meter persegi. Mengapa gedung tersebut dibangun, apa saja fungsi dan fasilitasnya? Untuk mengetahuinya, Apristia Krisna Dewi dari BERITA UIN Online mewawancarai Dekan Fakultas Psikologi Dr Jahja Umar di ruang kerjanya, Kamis (19/5). Berikut petikannya.

Apa fungsi Gedung Pusat Layanan Psikologi (PLP)?

Gedung Pusat Layanan Psikologi (PLP) ini memiliki dua fungsi. Pertama, sebagai fasilitas laboratorium praktikum bagi mahasiswa Fakultas Psikologi. Kedua, sebagai pusat layanan atau semacam badan usaha bagi masyarakat. Misalnya, pusat layanan semacam konseling dan training baik bagi calon pegawai pemerintah daerah, instansi swasta, industri, maupun training  pengembangan budaya.

Fasilitas apa saja yang tersedia?

Fasilitas yang ada di gedung PLP ini tidak berbeda dengan laboratorium psikologi lainnya. Di PLP terdapat bermacam alat-alat percobaan psikologi, misalnya percobaan di bidang psikometri, motivasi, dan persepsi. Selain itu juga ada laboratorium konseling dan laboratorium anak dan perkembangan, khususnya pada anak balita. Pada laboratorium anak, misalnya ada anak atau balita yang memiliki kelainan psikis, terhambat pertumbuhan atau terlambat perkembangannya di sini tempatnya. Di samping itu, ada ruang bermain anak, ruang konseling, ruang training, dan sebagainya. Selain fasilitas yang lengkap, kita juga sediakan beberapa psikolog yang ahli di bidang tersebut.

Apa yang mendasari pendirian Gedung PLP ini?

Ilmu psikologi itu banyak cabangnya. Ada ilmu psikologi faal, psikometri, psikoterapi, bahkan ada yang terkait dengan kedokteran. Semua ilmu tersebut dipelajari di dalam kelas perkuliahan psikologi. Kalau di kelas mahasiswa belajar psikologi secara teoritis, maka di gedung ini mahasiswa mengaplikasikan teori tersebut ke dalam kelas praktikum. Jadi mahasiswa membutuhkan laboratorium  baik untuk praktik maupun riset dan ini tempatnya.

Selain itu, kami juga melihat kebutuhan masyarakat di bidang pelayanan psikologi meningkat. Di gedung ini tersedia layanan konseling di samping layanan training dan motivasi. Layanan konseling misalnya ada yang trauma pasca bercerai, anak yang terlambat perkembangannya, anak yang tidak semangat belajar, atau ada remaja yang stress karena patah hati,  itu bisa dilayani di gedung ini dengan  tarif  yang bervariasi.

Bagaimana agar gedung ini dapat dijadikan penunjang kegiatan riset terutama dalam riset psikologi?

Selain melayani problem seperti di atas, gedung ini juga dapat dijadikan riset untuk mengukur tingkat kecerdasan, kecemasan, kesetiaan, kejujuran, dan lainnya. Semua alat ukurnya sudah tersedia. Riset yang dilakukan umumnya menggunakan analisis kuantitatif yang menggunakan prinsip matematika yaitu statistika serta datanya diolah dengan komputer. Sebab,  riset psikologi pasti selalu berhubungan dengan kuantitatif bukan kualitatif. Karena riset kuantitatif itu ilmiah dan dapat diuji kebenarannya. Dengan riset tersebut, kita akan mengembangkan misi PLP sebagai pusat riset psikologi kuantitatif yang terdepan di Indonesia. Di Indonesia baru ada laboratorium sebesar gedung PLP UIN Jakarta, dan itu hanya UIN Jakarta yang memiliki laboratorium psikologi terbesar dengan alat  penunjang riset terlengkap di Indonesia.

Untuk mencapai misi tersebut, bagaimana kebijakan fakultas terhadap dosen dan mahasiswa?

Para dosen di Fakultas Psikologi kami wajibkan untuk mengikuti kuliah statistik setiap hari Jumat. Pada hari tersebut dosen tidak ada yang mengajar karena wajib mengikuti latihan untuk mempertajam kemampuan statistik mereka. Kalau seandainya dosen tidak latihan statistik sehingga tidak cakap dalam bidang ilmu tersebut, nantinya malah ada mahasiswa yang lebih pintar dari dosennya. Tentunya sangat kacau jika terjadi hal tersebut.

Bagi mahasiswa, selain dituntut untuk belajar serius dan sungguh-sungguh, juga dituntut mengembangkan riset berbasis analisis kuantitatif sejak awal kuliah. Untuk menguasai riset kuantitatif, pendalaman  materi  statistik dilakukan dari level dasar hingga level empat, berbeda dengan jurusan lainnya di UIN Jakarta yang penguasaan statistiknya hanya satu hingga dua level. Selain penguasaan statistik secara mendalam, setiap dua minggu di dalam perkuliahan psikologi juga diadakan kuis atau ujian.

Di samping itu, bagi mahasiswa yang sedang melakukan riset kuantitatif, terutama riset dalam rangka skripsi, variabelnya minimum harus delapan. Variabel bagi mahasiswa S1 ini lebih tinggi daripada S2 atau S3. Mungkin ada yang berpikir bahwa kebijakan tersebut terlalu berat bagi mahasiswa. Sebenarnya kebijakan itu bukan untuk saya, tetapi untuk kebaikan mahasiswa itu sendiri yaitu untuk bekal masa depan kelak. Sebab, yang namanya belajar itu adalah proses perjuangan. Bukan sambil main-main.

Adakah nilai Islami yang terkandung dalam perkuliahan psikologi, terutama sejak diresmikannnya Gedung PLP?

Sesuai dengan salah satu misi Fakultas Psikologi yaitu mencetak sarjana psikologi yang unggul, professional, dan memiliki nilai islami, maka kami integrasikan ilmu Islam dengan ilmu psikologi dalam kegiatan perkuliahan. Salah satu matakuliahnya adalah Psikologi Agama. Psikologi agama adalah ilmu yang mempelajari perilaku orang beragama. Ilmu tersebut mengkaji bagaimana orang beragama agar perilakunya menjadi lebih baik. Tetapi menurut saya yang lebih penting sebagai unsur islami itu bukan ilmunya. Tetapi orangnya. Bagaimana seseorang mempelajari ilmu atau sesuatu yang memiliki nilai-nilai islami tapi dia nyatanya tidak memiliki prinsip Islami. Hal itu sangat berpengaruh pada akhlak dan kehidupannya.

Apa harapan Anda setelah Fakultas Psikologi mempunyai Gedung PLP?

Saya berharap agar gedung pusat layanan psikologi ini dapat mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar, khususnya di bidang praktikum sesuai kurikulum, serta mendukung  Fakultas Psikologi menuju fakultas unggul dan terdepan dalam bidang riset kuantitatif. Selain itu menjadi pusat layanan psikologi komersial terdepan bagi masyarakat. []